Wednesday, July 25, 2018

My Beautiful Haul



Wahai para pembaca yang budiman, semoga semuanya senantiasa sehat selalu dan dalam lindungan Allah SW/Tuhan YME. Seperti judulnya kali ini saya mau membahas soal haul. Bagi yang belum tahu haul itu apa, dalam istilah urban, haul berarti hasil belanjaan. Ini adalah istilah slang jadi jangan mencari makna kata ini di kamus konvensional karena artinya akan sangat berbeda.

Bicara tentang arti kata, post tentang haul sarat akan sifat pamer. Saya sama sekali tidak menyangkal hal itu karena ini adalah tuntutan profesi sebagai beauty blogger. Atau menurut Ses Arum, beauty blogger adalah tukang pamer yang berdedikasi. Padahal kalau post haul ini benar-benar mengikuti alur belanjaan saya, akan jadi sangat banyak dan membuat saya dicap sebagai mamak-mamak tukang pamer betulan. Ini adalah sebagian kecil hasil haul saja, bagai setetes air di lebatnya hujan. 

Baiklah sebelum kalian eneg membaca kesombongan saya, ada baiknya kita langsung ulik-ulik sedikit soal hasil belanjaan kali ini. Saya juga sudah menyertakan tempat beli dan kisaran harga dari masing-masing barang. For your info, post ini sekaligus merupakan garis besar yang akan dijadikan haluan dalam menulis review mendatang.





Dari kiri ke kanan:
  • Fair & Lovely 2-IN-1 Powder Cream
  • Citra Sakura Fair UV Powder Cream
  • Garnier Light Complete Bright Up
Dua produk di kiri adalah powder cream alias pelembab yang sudah ada bedaknya, mungkin bisa dibilang mirip tinted moisturizer. Sedangkan yang paling kanan (Garnier) adalah tone-up cream. Saya pernah bahas soal tone-up cream dari Pond's di sini

Ada alasan yang sangat filosofis mengapa saya membeli krim-krim semacam ini. Jadi saya sudah sangat putus asa dengan kondisi kulit saya sekarang, entah karena hormon atau dosa masa lalu yang mulai mencuat ke permukaan, tapi saya butuh sesuatu selain decorative makeup yang bisa membuat saya berpikir bahwa kulit saya bagus. Maka tone-up cream dan powder cream bagi saya adalah solusi yang tepat.

Ketiga barang ini saya beli di Transmart Carrefour dengan harga berkisar di Rp. 20.000++/buah.






Dari kiri ke kanan:
  • Sephora Cleansing Cream in Coconut Water (Rp. 98.000).
  • Sephora Outrageous Effect Volume Lip Gloss in Universal Volume (Rp. 206.000).
Lip gloss Sephora ini saya beli waktu sedang ada diskon di website Sephora Indonesia. Ini bukan sembarang lip gloss karena diklaim memiliki efek menjedingkan bibir, mungkin seperti bibirnya Kylie Jenner atau @ccclarkebeauty gitu. Lip gloss dengan efek ini biasanya memiliki sensasi pedas seperti mengoleskan minyak tawon ke bibir. Tapi daripada mengoleskan minyak tawon, saya lebih memilih lip plumper. Oh ya, Sephora cleansing cream-nya saya beli hanya untuk memenuhi kuota shipping. Harganya juga paling murah dibanding semua barang yang dijual di Sephora.






Urban Decay Revolution High-Color Lip Gloss ini saya beli dari hasil berburu di salah satu lapak di Female Daily. Warna dari kiri ke kanan adalah:
  • Anarchy
  • Liar
  • 69
Bicara tentang Urban Decay, merk ini adalah salah satu favorit saya dari dulu, dulu, dan dulu. Tapi saya baru mampu membeli produk-produk mereka beberapa tahun belakangan ini. Saya memutuskan untuk mengadopsi mereka karena ingin memperkaya kuantitas lip product yang didominasi oleh lip cream matte. Sayangnya saya lupa berapa harganya, tapi yang jelas tiga produk ini harganya berkisar di Rp. 350.000/semua item.







Maybelline Color Sensational The Powder Mattes ini saya beli di Shopee seharga Rp. 41.000/buah. Warnanya dari kiri ke kanan adalah:
  • Touch of Nude
  • Avenue C
  • Technically Pink
Saya sudah lama mengincar lipstik Maybelline varian The Powder Mattes ini, tapi baru sekarang saja bisa terbeli. Belakangan saya sangat bersyukur begitu mengetahui bahwa harga lipstik ini sekarang sudah berkurang lebih dari 50% dari pertama launching. Dalem hati bilang, untung gue kaga beli dari dulu cong... 





Tiga benda ini hasil hunting iseng di Metro Gandaria City, kebetulan mereka lagi ada diskon 20% untuk makeup tools-nya.  Dari kiri ke kanan:
  • Trendy Beauty Blender (Rp. 67.500).
Sponge pink ini adalah salah satu yang terbaik versi saya. Empuknya luar biasa. Cuma dulu sempat saya pensiunkan karena termutilasi ketika dimandikan.
  • Armando Carusso Eyeliner Brush (Rp. 42.500).
Brush ini terbeli, bukan dibeli. Jadi reflek aja. Hehehehe...
  • Armando Carusso Concealer Brush (Rp. 49.500).
Concealer Brush ini saya beli karena bentuknya yang lebih kecil daripada kuas concealer kebanyakan. Cocok untuk bikin makeup mata yang detil.






Ultima II Delicate Creme Powder Makeup in Ivory (Rp. 205.000). 

Creme Powder ini saya juga beli di Metro Gandaria City. Sepertinya nggak bakal saya review karena sudah saya lakukan dua tahun lalu ketika ada endorsement dengan Ultima II (baca reviewnya di sini). Tapi saking sukanya saya sampe beli lagi. Bedanya kalo dulu, shade Ivory ini terlalu terang di muka saya, tapi sekarang malah jadi sama, apalagi di wajah saya yang kering, formula creme powder ini sangat membantu kalo mau bikin dewy look makeup.






Kedua benda ini saya beli di Shopee tapi di toko kosmetik/supermarket juga banyak yang jual. Dari kiri ke kanan:
  • Acnes Foaming Wash (Rp. 30.000++).
  • Acnes Oil Control Toner (Rp. 25.000++).
Tadinya saya ragu apakah dua benda ini mau dimasukin ke haul apa ngga, tapi yah masukin aja deh. Jadi mereka adalah bagian dari skincare routine saya. Selama dua tahun ini kulit saya lagi acne prone dan setelah gonta ganti skincare, Acnes ini yang paling ngaruh karena di kulit saya dia membantu mengurangi munculnya jerawat tapi nggak bikin kulit kering luar biasa. Yang jadi favorit saya adalah toner-nya karena nggak mengandung alkohol jadi cocok banget untuk dijadikan item untuk 7-layer toner skincare.






Ketiga benda ini saya beli online lewat Ebay. Dari kiri ke kanan:
  • Etude House Play 101 Stick Contour Duo No. 2 (Rp. 120.000++).
Banyak review bagus dari Contour Stick punya Etude ini, dan kebetulan saya sedang mencari contour stick duo yang bagian terangnya itu berupa concealer, bukan highlighter. Susah sangat mencarinya lewat online karena betul-betul mengandalkan ketelitian seller dalam menulis deskripsi produk. Untungnya ada juga seller seperti itu di Ebay. 
  •  Etude House Proof 10 Eye Primer (Rp. 80.000++).
Primer yang ditenggarai sebagai dupe Urban Decay Primer Potion ini pernah saya review dulu banget. Baca di sini.
  • Focallure Big Cover Liquid Concealer No 02 Natural (Rp. 30.000++).
Saya sempet membeli concealer ini yang warna No. 1 (Warm Ivory) tapi sumpah terang banget nget nget, akhirnya saya beli lagi yang satu tingkat di bawahnya. Btw, coverage produk ini sesuai dengan namanya: really big cover! Ya, daya tutupnya memang sekeren ituuuu.





Kedua highlighter ini saya beli di Shopee (beautycallindo nama tokonya), dari kiri ke kanan:
  • City Color Shadow & Highlighter in White Gold Mousse (Rp. 45.000).
Inceran sejak lama, highlighter dalam bentuk mousse. Sekilas harganya murah padahal tidak juga karena isinya cuma sekecrot.
  • Maybelline Master Chrome Metallic Highlighter in Molten Rose Gold No. 5 (Rp. 165.000).
Hasil racun dari seorang Instagrammer yang saya lupa lihat di mana. Tapi banyak yang bilang highlighter ini memiliki hasil akhir yang membutakan mata batin.





Nah ini dia yang ragu mau saya review atau tidack. Jadi ceritanya saya beli ini di Dandan Store (sekitar Rp.30.000-40.000). Saya cuma beli tiga warna karena yang lain tidak masuk selera. Tapi pas baru beli, banjirlah itu review-review dari para beauty blogger lain hasil sponsorship dengan Pixy. And to make it worse, mereka review semua warna! Lalu hati saya pun berteriak: Ajegile men, apalah gue yang ripiu tiga warna dibanding mereka yang ripiu semua warna

Do you think I should do it? Or not?


***

Baiklah, cukup sekian post haul kali ini. Mungkin para Pembaca Budiman sekalian ada yang mau direview dari post ini? Please let me know in the comment section. Di akhir kata, saya berharap kesehatan dan keselamatan senantiasa mengiringi langkah kalian semua.

^_^




Monday, July 16, 2018

Review: Alas Bedak Purbasari in Natural (Purbasari Foundation)



Kayaknya gue telat banget ya baru review foundation Purbasari ini sekarang. Sebenernya udah dari lama mau gue review, tapi saking sukanya sama produk ini sampe ilang aja hasrat gue untuk mereview. Dan gak terasa udah tiga tube yang gue pake, baru inget kalo barang kesayangan ini belom gue tulis reviewnya di blog.




Jadi Purbasari foundation ini merupakan salah satu produk dari seri daily-nya, maka desain kemasannya juga ala-ala bebungaan gitu. Bentuk kemasannya itu sendiri berupa tube plastik berwarna putih yang kokoh dengan tutup jingga. Kemasan model begini bikin produknya jadi lebih higienis. Cukup keluarkan aja produk sebanyak yang kamu mau dan isi di dalam tube nggak bakal terpapar udara bebas terlalu banyak.

Oh ya, kalo kamu heran kenapa ada gambar buah markisa di kemasannya, itu karena produk ini diklaim memiliki ekstrak markisa dn UV Filter. Sayangnya gak dijelasin apa manfaat dari ekstrak markisa ini dan berapa jumlah UV Filter yang terkandung.


review-alas-bedak-purbasari-foundation-esybabsy
Kemasannya yang model pencet ini higienis banget.




Tekstur foundation purbasari ini berupa krim yang agak kental. Dibaurkannya gampang banget, gak masalah mau diblend pake tangan, sponge, atau kuas, pokoknya gampang banget diratain. Ada aroma buah-buahan yang seger yang lumayan tahan lama bahkan sampai beberapa jam. Serius deh, baunya seawet itu. Aroma ini akan hilang kalo tertutup bedak. Masalahnya gue pake ini jarang bedakan, jadi aromanya tetap tecium. Tapi seger kok, gak bikin pusing.

Untuk pilihan warnanya setau gue ada empat yaitu Natural, Sawo Matang, Kuning Langsat, dan Kuning Gading. Bener-bener tipe warna kulit mayoritas orang Indonesia.




Warna yang gue pilih di sini adalah Natural. Kalo dilihat terangnya sama dengan Kuning Langsat tapi yang Natural tone-nya lebih netral (ya iyalah, sesuai juga sama nama sih...). Di kulit gue yang NC25, shade Natural itu SAMA BANGET dengan warna kulit gue. Ya ampun gue seneng banget akhirnya dapet patokan warna foundation yang sama persis ama warna kulit gue. Demi apa ini Ya Tuhan gue hampir nggak bisa berkata-kata. Mata gue sampe ngecembeng saking terharunya.

Meskipun shade-nya sama dengan warna kulit gue, tapi pas dipake nggak bikin muka gue keliatan kusam. Ya mungkin karena tone-nya netral. Laen cerita kalo pake yang warna Kuning Langsat, kemungkinan besar gue bakal keliatan dekil. Bisa dilihat ya pada foto, di situ gue cuma pake satu lapis foundation aja.




review-alas-bedak-purbasari-foundation-esybabsy
Pemakaian satu lapis Alas Bedak Purbasari warna Natural, diblend dengan beauty blender.


Coverage produk ini light to medium dengan finishing dewy alias glowing-glowing ngeselin. Kalo gue sih pake selapis aja udah lumayan nutup noda-noda di wajah, kecuali jerawat yang nyolot. Kalo mau di build-up biar coverage-nya lebih nampol juga bisa banget. Karena hasilnya yang dewy dan finishing medium, menurut gue rasanya kayak pake BB Cream, bukan foundation.

Untuk kulit normal-kering kayak gue, pake bedak optional aja. Gue sih merasa cukup pake foundation ini aja tanpa diset bedak. Mungkin kalo kulitnya normal-oily bisa diset bedak tabur lagi. 

Pake foundation Purbasari rasanya nyaman banget karena ringan di kulit dan karena dia sheer coverage maka kemungkinan tampil cakey juga terminimalisir. Apalagi teksturnya juga gampang diblend. Rasanya mau tampil kece jadi nggak dipersulit gitu hehehe. Untuk daya tahan produk ini juga lumayan. Gue pake dari pagi sampe sore tetap awet walau udah luntur dikit. Tapi itu semua tergantung kondisi kulit masing-masing.

Produk ini suka gue beli secara online dengan harga sekitar Rp 10.000-Rp. 12.000 tapi gampang baget didapetin secara offline. Di mana-mana ada. Oh ya, ada satu kekurangannya menurut gue, foundation ini gampang banget transfernya walau bisa diakalin pake setting spray atau bedak tabur. Tapi untuk produk dengan harga Rp 10.000-an, kekurangan itu termaafkan deh.