Monday, March 5, 2018

Review: Mineral Botanica Henna Nights Collection



Mineral Botanica Henna Nights Collection ada karena Tasya Farasya. Gak tau dia siapa? Buka Youtube. Dia adalah youtuber Indonesia terkenal dengan ratusan ribu subscriber dan Henna Nights Collection ini lahir atas kolaborasi brand kosmetik Mineral Botanica dengan Tasya Farasya.

Awalnya gue gak terlalu sreg dengan produk ini. Gak sebel juga sih. Biasa aja gitu. Cuma emang dasar racun yah, pas nonton video Youtube-nya tuh seolah ada syaiton impulsif yang tiba-tiba keluar dari layar hape dan masuk ke otak gue, terus menanamkan bibit bernama 'Lo Harus Punya Buruan Beli". Pas gue cek di web aslinya sih sold out, cuma pas gue cek di shopee ada yang jual satu set full. Akhirnya gue 'terpaksa' beli. Benar-benar syaiton syalan, penguras uang belanja bulanan. Little did I know, barang ini ternyata jadi rebutan dari minggu pertama rilisnya. I didn't know how lucky I was.


review-mineral-botanica-henna-nights-collection-esybabsy


Mineral Botanica Henna Nights Collection ini terdiri dari tiga warna yang dijual satuan dan satu set. Untuk yang beli satu set, dia dikemas dalam kotak berglitter dengan desain print motif maung. Pokoknya Tasya Farasya banget deh. Botolnya juga nggak kalah fancy dengan print motif maung dan tutup bernuansa gold. Mevvah sekali. Di bagian dasar kotaknya kamu bisa nemu sebuah notes yang ditulis oleh Tasya sendiri. 




review-mineral-botanica-henna-nights-collection-esybabsy


review-mineral-botanica-henna-nights-collection-esybabsy


review-mineral-botanica-henna-nights-collection-esybabsy


review-mineral-botanica-henna-nights-collection-esybabsy
Untuk aplikatornya sendiri berbentuk doe foot tapi sedikit lebih miring, agak lebih runcing dan keras dibanding aplikator serupa.

review-mineral-botanica-henna-nights-collection-esybabsy
Djamila

DJAMILA ini adalah warna merah dengan nuansa hangat, atau bahasa gampangnya: merah oranye. Gue sejujurnya ga terlalu suka merah oranye, tapi warna ini kalo dibikin gradient lip ala Korea sih bagus banget. Teksturnya halus banget. Pigmentasinya juga bagus jadi gampang diratainnya.





review-mineral-botanica-henna-nights-collection-esybabsy

review-mineral-botanica-henna-nights-collection-esybabsy
Layla

LAYLA adalah warna coklat kemerahan yang gue suka banget. Coklat dengan tone hangat gini pada produk lokal biasanya cuma muncul di warna coklat nude, tapi ini versi bold-nya. Gilaaa maaan. Nuansa hangatnya ini yang bikin muka ngga keliatan ikut 'menggelap' seperti biasanya kalo gue pake lipstik warna tua. Untuk tekstur dan pigmentasinya juga gak kalah bagus dengan warna Djamila.


review-mineral-botanica-henna-nights-collection-esybabsy
Perhatikan keindahan glitter di dalam botol ini, indahnya...

review-mineral-botanica-henna-nights-collection-esybabsy
Sekali lagi kagumilah keindahannya...
review-mineral-botanica-henna-nights-collection-esybabsy

Nuna


NUNA ini judulnya lip topper. Tapi yaaa gue sih bilangnya lip gloss, biar gampang. Nuna ini adalah lip gloss bening tercantik yang gue pernah punya karena mengandung glitter, tapi nggak keliatan lebay pas dipake. Terus meski bening, tapi dia punya undertone sedikit ngepink yang bikin bibir jadi keliatan sedikit bersemu pink. Jadi gak keliatan pucet lah walau cuma pake lip gloss.

***


Untuk Djamila dan Layla, teksturnya berupa krim yang nggak terlalu cair atau kental, mudah dibaur dan memiliki pigmentasi yang oke banget. Keringnya sampe bener-bener set agak lama, bahkan lama banget hehehe. Dan setelah kering pun hasilnya soft matte, bukan matte yang transferproof. Cuma kelebihan lip cream yang sifatny soft matte, rasanya di bibir tuh nggak kering ketarik banget. Meskipun tetap transfer, nggak parah banget juga sih. Ada aroma kue atau vanilla yang manis banget dari produk ini. Dan walaupun sudah kering atau dihapus, baunya tetap stay di sana walau konsentrasinya berkurang. 

Sedangkan untuk Nura, gak terlalu banyak komen lah selain ini lip gloss cantik banget. Teksturnya sih menurut gue lengket, tapi mana ada lip gloss nggak lengket? Walau banyak yang suka pake ini sebagai lip topper dari Djamila dan Layla, gue lebih suka pake ini sendirian. Soalnya pernah dipake begitu, lipstik gue jadi parah transfernya kemana-mana. Terus untuk pake Nura, gue lebih sreg menggunakan aplikator yang sekali pake atau cotton bud, takut 'kemurnian' warna Nura di dalam botolnya jadi ternoda. Hehehe. Tapi itu pilihan sih.

Mineral Botanica Henna Nights Collection ini dijual seharga Rp. 118.200 per buah atau Rp. 345.000 per set.


review-mineral-botanica-henna-nights-collection-esybabsy









Tuesday, February 27, 2018

Review: Skin Dewi Helichrysum Brightening Vitamin C Treatment dan Raspbery Hydrating Cleansing Milk

review-skin-dewi-helichrysum-brightening-vitamin-c-respberry-hydrating-cleansing-milk


Ada berapa produsen lokal yang konsentrasi produknya hanya pada perawatan wajah dan tubuh? Nggak banyak. Kebanyakan memang homemade skin care. Kalau kriterianya mau dipersempit menjadi: skincare lokal yang diproduksi secara massal, nah itu jumlahnya lebih sedikit lagi. Ada beberapa produsen/merk di pasaran yang saya tahu, salah satunya adalah Skin Dewi.

Skin Dewi dipelopori oleh Mrs. Dewi Kauw, idenya berasal dari anak keduanya yang menderita atopic dermatitis dari lahir. Karena tidak mau tergantung pada krim-krim yang diresepkan dokter, maka beliau pun berinisiatif memproduksi lini perawatan kulitnya sendiri dengan konsep bahan natural dan organik. Beliau percaya bahwa setiap kulit tercipta unik, maka kebutuhan skin care dan regime-nya juga berbeda untuk masing-masing jenis kulit.

Seperti saya misalnya. Sejak lahir memang emang gak terlalu banyak masalah kulit yang saya alami. Tapi akhir-akhir ini akibat pengaruh hormonal dan usia yang udah di ats 35 tahun, ada aja masalah kulit yang saya alami. Kering dan mengelupas, tapi jerawatan dan kusam. Bingung kan...

Berdasarkan problem kulit yang saya alami, agak bingung mau pilih skincare apa dari merk Skin Dewi ini. Tapi setelah bolak-balik membaca deskripsi produk, saya memutuskan untuk mencoba dua jenis skincare dari Skin Dewi yang dirasa cocok, yaitu Raspbery Hydrating Cleansing Milk (untuk permasalahan kulit kering saya) dan Helichrysum Brightening Vitamin C Treatment (untuk noda jerawat dan warna kulit yang kusam). Mari kita bahas satu persatu lebih rinci.



Helichrysum Brightening Vitamin C Treatment



review-skin-dewi-helichrysum-brightening-vitamin-c-respberry-hydrating-cleansing-milk


Helichrysum Brightening Vitamin C Treatment pada dasarnya adalah serum vitamin C. Ketika memilih produk ini untuk dicoba, sebenernya saya agak gambling juga karena sudah dua merk serum vitamin C yang saya coba, dan dua-duanya sukses bikin muka bruntusan. Tapi saat ini saya lagi butuh banget karena tampilan wajah lagi kusam-kusamnya. Banyak dark spot dan bekas jerawat. So, kayaknya saya bisa ambil resiko bruntusan sekali lagi (as the worst case scenario).


review-skin-dewi-helichrysum-brightening-vitamin-c-respberry-hydrating-cleansing-milk


review-skin-dewi-helichrysum-brightening-vitamin-c-respberry-hydrating-cleansing-milk

Helichrysum Brightening Vitamin C Treatment ini dikemas dalam botol pump plastik berwarna putih dan tempelan label berwarna putih juga. Kalau kamu main ke web resmi SkinDewi, di situ botolnya hijau ya. Kalau yang putih ini kemasan lamanya.

Beberapa komposisi utama dari produk ini adalah:
  • Rosehip Co2 Extract, untuk melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari dan membantu regenerasi kulit.
  • Kakadu Plum Extract, kaya akan vitamin C, untuk mencerahkan kulit.
  • Licorice Extract, untuk mengurangi flek/hiperpigmentasi.
  • Vitamin C, untuk mencerahkan, memudarkan flek, menstimulasi produksi kolagen agar ulit menjadi kencang.
  • Helichrysum Oil, untuk peremajaan kulit dan membantu regenerasi kulit.

Dilihat dari deskripsinya, jelas banget ya kalau Helichrysum Brightening Vitamin C Treatment ini memiliki fungsi utama sebagai pencerah wajah dan noda jerawat/hiperpigmentasi. Formulanya bisa digunakan untuk kulit berminyak aupun kering. Khusus untuk kamu yang kulutnya kering, disarankan menggunakan pelembab lagi setelah memakai ini.


review-skin-dewi-helichrysum-brightening-vitamin-c-respberry-hydrating-cleansing-milk


Tekstur dari serum ini adalah krim berwarna jingga yang nggak terlalu kental, nggak cair juga. Memiliki aroma seperti jamu yang agak tajam, bahkan sampai dia dihapus pun aromanya nggak hilang sepenuhnya, hanya sedikit samar. Tapi memang produk yang diklaim natural atau organik rata-rata memang tidak wangi tau malah nggak berbau sama sekali. 

Saya memakai ini hanya pada malam hari, digunakan sebagai serum (setelah menggunakan toner). Untuk kulit berminyak, bisa juga dipakai siang hari sebagai pelembab. Ketika dioleskan krimnya agak lengket di wajah. Maka diusahakan jangan terlalu banyak mengeluarkan produknya. Contoh satu pump seperti pada foto atas itu agak kebanyakan, disarankan setengahnya aja, kalau ngga bakal terasa tambah lengket.




Raspbery Hydrating Cleansing Milk


review-skin-dewi-helichrysum-brightening-vitamin-c-respberry-hydrating-cleansing-milk


review-skin-dewi-helichrysum-brightening-vitamin-c-respberry-hydrating-cleansing-milk



Raspbery Hydrating Cleansing Milk ini dikemas dalam tube putih flip top dengan tempelan label putih juga. Jangan terkecoh dengan namanya. Raspbery Hydrating Cleansing Milk ini bukan cleansing milk, melainkan sabun pembersih wajah. Jadi fungsinya sebagai second cleanser setelah makeup remover atau cleansing milk.

Beberapa koposisi utama dari produk ini antara lain:
  • Raspberry Oil, mengandung ellagic acid untuk mencerahkan dan meremajakan kulit.
  • Papaya Extract, gentle eksfoliate, untuk mengangkat sel kulit mati.
  • Vitamin B5 d-panthenol, melembutkan kulit.
Raspbery Hydrating Cleansing Milk adalah sabun wajah yang diformulasikan khusus untuk kulit kering. Dia membersihkan tapi tidak 'over-cleansing', jadi ngga bikin kulit tambah kering. Selain itu Raspbery Hydrating Cleansing Milk juga bebas SLS (bebas sabun). Jadi kalo digosok nggak bakalan berbusa. Karena bebas SLS, maka produk ini memiliki sifat alergen yang rendah.



review-skin-dewi-helichrysum-brightening-vitamin-c-respberry-hydrating-cleansing-milk


review-skin-dewi-helichrysum-brightening-vitamin-c-respberry-hydrating-cleansing-milk


review-skin-dewi-helichrysum-brightening-vitamin-c-respberry-hydrating-cleansing-milk


Tekstur dari Raspbery Hydrating Cleansing Milk ini krim yang hampir menyerupai cairan. Jadi kalo menekan tube-nya ngga hati-hati, bisa terpakai terlalu banyak. Warnanya putih susu dan baunya segar. Karena tekstur yang cair ini saya sempat ragu, ini sabun cuci muka atau cleansing milk. Tapi setelah sekali lagi membaca instruksi di kemasannya, saya baru yakin kalo ini sabun heheheh.

Saya menggunakan ini setiap cuci muka dengan bantuan konjac sponge. Seperti yang sudah dijelaskan, produk ini bebas SLS jadi nggak berbusa. Rasanya dipakai di kulit lembut banget, bahkan digosok ke mata pun ngga perih sama sekali. Hebat banget, saya sampai terharu... akhirnya bisa menemukan sabun muka yang cocok digosok ke mata untuk membersihkan eyeliner dan maskara. Akhirnya ngga usah ngandelin sabun anak saya lagi...

Setelah menggunakan sabun ini saya lanjut dengan pemakaian toner seperti biasa lalu disambung dengan Helichrysum Brightening Vitamin C Treatment



review-skin-dewi-helichrysum-brightening-vitamin-c-respberry-hydrating-cleansing-milk



Foto di atas adalah hasil pemakaian Helichrysum Brightening Vitamin C Treatment dan Raspbery Hydrating Cleansing Milk ini selama kurang lebih dua minggu lebih sedikit. Ga usah foto semuka yaaa hahahah. Cukup di bagian jerawat terparah aja. Saya punya bekas jeawat yang lumayan gedde di bagian dagu. Setelah dua minggu bekasnya sedikit tersamarkan meski belom hilang seluruhnya.

Untuk tone kulit emang teras lebih cerah, pada foto di atas itu saya sama sekali nggak nambah lighting atau nambah exposure sama sekali. Itu pure hasil jepretan kamera. Ekspektasi saya yang ngga terlalu besar di awalnya, bahkan sampe mau ambil resiko bakal bruntusan, ternyata nggak terbukti. Seneng? Alhamdulillah. 

Helichrysum Brightening Vitamin C Treatment ini dijual dengan harga Rp. 900.000/item. Sedangkan Raspbery Hydrating Cleansing Milk dijual dengan harga Rp. 150.000 untuk kemasan ukuran 50 gram dan Rp. 450.000 untuk 150 gram.

Info lengkapnya bisa kamu dapatkan di sini dan di sini. Kamu juga bisa gali info lebih lanjut tentang kulitmu dan Skin Dewi di sini:


Website: www.skindewi.com
Instagram: @skindewi




Pink and Blue Double Cut Crease Eye Makeup | Ombre Lips Tutorial

pink-and-blue-double-cut-crease-tutorial-esybabsy


Halo teman-teman yang budiman,

Syudah lama gue ngga bikin tutorial. Kali ini gue mau kasih liat cara gue bikin eyemakeup ala cut crease, atau double cut crease tepatnya. Dan juga bikin ombre lips pakai matte lip cream.

Biasanya gue suka bikin dalam bentuk bentuk foto, tapi kali ini rada ribet kalo mau difoto. Jadi gue bikin video aja. Yuk langsung scroll aja ke bawah buat liat videonya. Oh ya, untuk produk yang gue pake, udah djelasin semua di videonya ya.

Thank you :)


pink-and-blue-double-cut-crease-tutorial-esybabsy


pink-and-blue-double-cut-crease-tutorial-esybabsy











Saturday, February 17, 2018

Review: Etude House Natural Konjac Face Cleansing Puff

etude-house-natural-konjac-face-cleansing-puff-review



Konjac Sponge adalah sponge yang terbuat dari serat karet alami yang berasal dari akar tumbuhan Konjac. Benda ini biasanya digunakan untuk membersihkan bagian wajah dan tubuh. Awalnya gue gak terlalu kepengen pake konjac sponge. Menurut gue bikin ritual mandi tambah ribet. Cukuplah cuci muka pake tangan aja. Tapi mindset itu berubah sejak gue baca sebuah thread di grup kecantikan di Facebook. Banyak yang bilang kalo cuci muka dengan konjac sponge bikin kulit muka terasa lebih bersih, pori-pori jadi kelihatan mengecil yang bikin tampilan wajah lebih halus. Dih, baca kalimat semacem itu bikin hati gue mendidih...

Gue pernah beberapa kali liat konjac sponge tanpa merk (atau merk-merk cina) di toko centil. Teksturnya keras kayak batu yang bikin gue mikir apa gak sakit kalo buat cuci muka (iya, gue gak tau kalo harus direndem dulu...). Terus pas banding-bandingin harga ternyata banyak juga kosmetik Korea yang punya Konjac Sponge dan harganya beda tipis dengan yang ngga bermerk. Jadi gue pikir, ngapa ngga sekalian aja beli yang bermerk. Lebih jelas. Pilihan gue pun jatuh ke Etude House Natural Konjac Face Cleansing Puff ini. Pertama, dia paling murah. Kedua, warnanya putih. Katanya yang jenis putih ini cocok untuk kulit sensitif dan teksturnya lebih halus.



etude-house-natural-konjac-face-cleansing-puff-review



Etude House Natural Konjac Face Cleansing Puff ini dikemas dalam plastik bening dengan desain khas Etude House yang imut dan girly. Ketika sponge ini sampe (gue belinya online) gue agak surprise karena sponge-nya sudah dalam keadaan basah di dalam plastik. Ngga seperti sponge yang suka gue liat yang kering dan keras waktu baru beli. Pas gue baca review-nya sih ternyata emang begitu.

Karena dia basah begitu, awalnya gue sempet kuatir sponge-nya lembab dan berbau. Tapi ternyata ngga tuh. Pas gue buka aromanya seger dan nggak ada tanda-tanda jamuran. They must have done something awesome with the packaging!

Sponge-nya berbentuk dome. Satu sisi bulat, sedang sisi lainnya rata. Gue ngga terlalu ngerti apa bedanya antara kedua sisi itu, tapi gue rasa itu cuma desain supaya gampang dipegang. Warnanya putih, terasa kenyal, dan berpori besar. Memegang sponge ini seperti memegang kue mangkok tapi lebih kenyal lagi.


Kue ini sering jadi bekal makanan waktu gue TK...





Kira-kira begini penampakan sponge-nya pas pertama kali dibuka. Oh ya, dia juga dilengkapi dengan benang untuk menggantung.

etude-house-natural-konjac-face-cleansing-puff-review
Pas pertama kali dibuka seperti ini.




Ini adalah tampilannya setelah gue pake sekitar satu minggu. Ketika dia mengering, bentuknya lebih menciut dan mengeras. Pori-porinya pun otomatis mengecil.

etude-house-natural-konjac-face-cleansing-puff-review



Karena gue masih buta gimana cara pakai konjac sponge, jadi gue ikutin cara yang tercantum di bagian belakang kemasannya. Sama plek ketiplek.

Pertama basahkan sponge. Lalu oleskan pembersih wajah ke sponge atau langsung ke wajah (kalo gue langsung apply sabun muka ke sponge aja). Lalu gosokkan sponge perlahan ke wajah dengan gerakan memutar. Setelah itu bersihkan sponge dengan air mengalir dan peras sisa airnya. Simpan di tempat yang kering dan berventilasi.



etude-house-natural-konjac-face-cleansing-puff-review


Dalam keadaan basah kuyup, warna putihnya berubah menjadi sedikit transparan dan pori-porinya semakin membesar. Gue selalu mengoleskan sabun wajah ke bagian yang bulat karena setelah dibasahin terasa lebih halus dibanding bagian bawahnya. Saat menggosok, gue menekankan pada bagian sekitar hidung dan dagu karena area ini paling kasar dan banyak komedonya. 


etude-house-natural-konjac-face-cleansing-puff-review


Selama satu bulan cuci muka pakai Etude House Natural Konjac Face Cleansing Puff ini, gue merasa wajah lebih bersih dan lebih halus. Perubahan ini bahkan langsung terasa pada pemakaian pertama. Serius. Tampilan muka keliatan lebih cerah kayak habis maskeran, pori-pori juga kelihatan lebih sopan. Hanya saja pada bagian hidung dan dagu yang banyak komedo, gue belom merasakan perubahan berarti.

Setiap selesai dipakai, konjac sponge ini pasti gue bilas lagi dengan air mengalir sambil diperas-peras. Lalu untuk penyimpanannya, sesuai instruksi yang tertera di kemasan agar diletakkan dalam ruangan berventilasi, sponge ini gue tarok di kamar (meja rias tepatnya). Bukan digantung di kamar mandi. Nggak kok, kalo udah diperas, airnya nggak bakalan netes-netes.

Untuk umur pemakaiannya gue sih gak terlalu yakin berapa lamanya. Ada yang bilang sebulan, ada yang enam bulan. Cuma untuk amannya gue gak menyimpan sponge ini lebih dari sebulan. Jadi tiap abis gajian pasti beli untuk stok. 

Etude House Natural Konjac Face Cleansing Puff ini gue beli di online shop luar dengan harga sekitar Rp. 50.000-60.000 kalo dirupiahkan. Di online shop lokal sih harganya ngga jauh beda ya. Bahkan kalo beruntung, kamu bisa nemu seller yang jual dengan harga Rp. 40.000 saja.




etude-house-natural-konjac-face-cleansing-puff-review







Monday, January 22, 2018

Review: City Color Primer Oil and City Color Glow Primer Oil

city-color-primer-oil-city-color-glow-primer-oil-review-esybabsy


city-color-primer-oil-city-color-glow-primer-oil-review-esybabsy


City Color adalah merk kosmetik yang berasal dari USA yang terkenal dengan produk ramah di kantong. Kualitasnya sih lumayan. Salah satu produknya yang biki gue penasaran adalah City COlor Primer Oil. Nggak tau kenapa gue kepikiran mau beli City Color Primer Oil ini. Mungkin sedikit banyak gue terpengaruh sama para beauty influencer di Instagram yang suka pake foundation dengan meneteskan sebangsa minyak atau apa lah di wajah atau beauty sponge mereka, dan gue yakin itu bukan Bimoli. Di mata gue, urusan tetes-menetes minyak ini sungguhlah keren.

Pas mau beli pun gue agak bingung karena City Color Primer Oil ini ada dua: City Color Primer Oil dan City Color Glow Primer Oil. Bedanya cuma di 'glow'-nya itu. Cuma karena hasutan majemuk yang bersifat sporadis dan mematikan, akhirnya gue memutuskan untuk beli dua-duanya. Jadi di post kali ini selain untuk mereview kedua produk ini, juga untuk membandingkan antara keduanya. Kita mulai aja, tapi satu-satu yah.



City Color Primer Oil



city-color-primer-oil-city-color-glow-primer-oil-review-esybabsy



City Color Primer Oil ini dikemas dalam botol kaca bening dengan tutup pipet berwarna hitam. Si pipet ini bikin produk jadi lebih higienis dan gampang kalo mau diaplikasikan, tinggal tetesin aja ke muka (yoi... kan gue bilang tetes-menetes itu adalah perkara yang keren). Untuk memastikan produk ini masih baru, ada semacam selotip berwarna silver di tutupnya. Kalo selotipnya masih lurus belom cacat, kemungkinan besar produk kamu masih perawan.

Sayangnya stiker labelnya samar banget jadi susah kefoto. Tapi mungkin catatan ini bisa membantu:

Octyldodecanol, Dicaprylyl Carbonate, Isododecane, Caprylic/Capric Triglyceride, Limnanthes Alba (Meadowfoam) Seed Oil (Limnanthes Alba Seed Oil), Hydrogenated Polyisobutene, Tocopheryl Acetate, Phenoxyethanol, Salicyloyl Phytosphingosine, Retinyl Palmitate, Arachis Hypogaea (Peanut) Oil (Arachis Hypogaea Oil), Ethylhexylglycerin, Fragrance (Parfum), Tocopherol.



city-color-primer-oil-city-color-glow-primer-oil-review-esybabsy



Klaim produk ini yahud juga, selain sebagai primer oil juga bisa dipake untuk pelembab kulit, kutikula, dan rambut yang kering. Primer oil ini juga bisa dijadikan bahan campuran untuk produk-produk berbahan dasar oil seperti gel liner yang sudah mengering. Gue sendiri pakenya hanya sebagai primer oil di wajah sebelum pake foundation/BB cream. Gue ngga pernah pake ini sebagai campuran foundation karena tidak ada klaim yang menyebutkan demikian. Cuma kalo kalian mau pake seperti itu, ya silakan.

Tekstur produk ini berupa minyak yang encer dan bening, dengan aroma kayak musk gitu. Cuma baunya samar banget. 



city-color-primer-oil-city-color-glow-primer-oil-review-esybabsy
Primer Oil-nya udah gue pindahin ke botol pipet kosong cyiiin.

Oh ya, sayangnya pas gue terima produk ini di rumah, pipetnya sudah dalam keadaan pecah. Sebetulnya masih bisa dipake, cuma gue ngeri karena pecahan pipetnya masih ngambang di dasar botol. Dan karena gue gak punya ilmu kebal, jadi gue putuskan untuk mendepot isinya ke dalam botol pipet kaca yang kosong.



City Color Glow Primer Oil



city-color-primer-oil-city-color-glow-primer-oil-review-esybabsy


city-color-primer-oil-city-color-glow-primer-oil-review-esybabsy



Untuk kemasan City Color Glow Primer Oil ini nggak beda jauh sama di atas, botolnya dari kaca bening juga. Cuma tutup pipetnya berwarna kombinasi putih dan rose gold. Produk ini mengandung glitter berwarna keemasan yang kalo mau tercampur harus dikocok dulu. Itu sebabnya foto produk ini beda-beda di tiap website, kadang bening, kadang keemasan.



Komposisi:
Dicaprylyl Carbonate, Caprylic/Capric Triglyceride, Ethylhexyl Palmitate, Octyldodecanol, Isododecane, Oryza Sativa (Rice) Germ Oil (Oryza Sativa Germ Oil), Limnanthes Alba (Meadowfoam) Seed Oil(Limnanthes Alba Seed Oil), Fragrance(Parfum), Phenoxyethanol, Tocopheryl Acetate, Synthetic Fluorphlogopite, Iron Oxides(CI 77491), Mica, Titanium Dioxide(CI 77891).


city-color-primer-oil-city-color-glow-primer-oil-review-esybabsy


city-color-primer-oil-city-color-glow-primer-oil-review-esybabsy



Untuk teksturnya juga ngga jauh beda. Yang membedakan benar-benar hanya partikel keemasan di dalam oil-nya. Citi Color Glow Primer Oil ini punya aroma kayak bunga mawar, sedikit lebih beraroma sih, cuma nggak tajam.

Kalo di foto bawah ini, sekilas kalian nggak akan menemukan perbedaan yang signifikan antara tekstur kedua produk ini. Hanya saja, City Color Glow Primer Oil memiliki kandungan glitter yang samar. Gue juga nggak merasa beda-beda amat pas diaplikasikan ke muka sih. Pas ditetesin ke tangan emang iya ada glitternya, cuma pas ditemplok ke muka ngga ngaruh amat.



city-color-primer-oil-city-color-glow-primer-oil-review-esybabsy


city-color-primer-oil-city-color-glow-primer-oil-review-esybabsy
Keliatan ngga glitter-nya?


Untuk Glow Primer Oil emang ngga punya banyak klaim seperti Primer Oil (yang bisa buat kuku, kulit, rambut, dll). Cuma kalo disuruh milih, gue lebih suka sama Glow Primer Oil karena bisa dijadikan dua fungsi. Kalo gue pengen muka berglitter dikit, botolnya tinggal gue kocok aja. Kalo ngga, ya jangan dikocok, tinggal ambil bagian atasnya aja. 

So far gue suka pake kedua produk ini, gue nggak perlu ribet pake pelembab lagi sebelom dandan. Tinggal pake sunscreen lalu pake oil ini. Foundation jadi keliatan lebih glowing dan gampang diblend. Meskipun dia oil tapi hasilnya ngga berminyak. Gue sih rekomen ini dipake buat kalian yang punya tipe kulit normal cenderung kering.

City Color Primer Oil dan City Color Glow PRimer Oil ini bisa kamu beli di online store di Indonesia dengan harga berkisar antara Rp. 80.000-Rp. 100.000/each (untuk isi 25 ml).





Latest Post

First Impression: Evershine Moringa Series