Monday, December 26, 2016

Garnier Micellar Cleansing Water--The Unboxing and Short Review




Beberapa tahun belakangan ini, dunia pembersih wajah lagi kedatangan tamu baru namanya Micellar Water. Di Indonesia produk-produk impor sejenis ini sempet booming, merk-nya ada lah ya, pokoknya merk anu sama anu deh. Harganya lumayan fantastis. Sekali dua kali nyoba, boleh lah. Tapi kalo mau saya masukin ke dalam daftar skincare rutin, kayaknya keuangan saya bisa mendelep.

Saya sempet naksir micellar water-nya Garnier, sayangnya waktu itu masih impor. And you know lah, harganya juga masih fantastis pas masuk ke Indo itupun harus pesen lewat PO. Ada juga sih beberapa merk kosmetik lokal yang launch produk serupa cuma saya belom sempet nyoba aja. Nah pas tau kalo Garnier micellar water mulai diproduksi di Indo, seriusan, saya penasaran banget pengen nyoba.





Dari tadi perasaan saya ngomongin micellar water mulu. Sebenernya apaan sih itu? Pembersih muka kayak cleansing oil, cleansing milk, atau makeup remover biasa kah? Bukaaan. Walaupun fungsinya sama sih, tapi konsepnya agak beda dari jenis pembersih yang saya sebutin tadi.

APAKAH MICELLAR WATER ITU?
Micellar Water pertama kali dikembangkan di Perancis karena kualitas air di sana sangat buruk, banyak mengandung logam, dan dapat menyebabkan dampak negatif terhadap kulit. Oleh karena itu maka dikembangkanlah inovasi Micellar Water yang banyak mengandung partikel-partikel kecil bernama Micelle atai Micella (plural: Micelles atau Micellae) yang dapat menarik kotoran, debu, bahkan makeup waterproof sekalipun secara cepat seperti magnet, sifatnya sangat lembut tanpa perlu dibilas.








Dapet bonus kapas bulat juga dalam paket yang dikirim Garnier, hehehe


Garnier micellar water ini terdari dua varian, yang botol pink dan botol biru. Yang botol pink diformulasikan buat orang dengan kulit normal dan sensitif. Sedangkan yang biru itu dari seri Pure Active, khusus untuk kulit berminyak dan cenderung berjerawat. Kedua varian ini dijual dalam botol plastik bening yang ringan dengan tutup flip cap praktis, terdiri dari satu ukuran saja yaitu 125 ml.







Tutupnya praktis banget, tinggal di flip aja. Ga sakit juga pas dibuka tutup.





Produk ini 'wujudnya' seperti air biasa, bening dan encer, tanpa ada bau apapun. At least begitulah menurut penciuman saya. Cara pakenya juga gampang banget, sama kayak pake pembersih makeup aja. 
  1. Tuang cairan secukupnya ke kapas.
  2. Tekan area wajah yang akan dibersihkan.
  3. Lalu terik semua sisa debu dan kotoran.
As simple as that. Hasilnya gini:




Dari kedua varian ini, saya baru nyoba yang botol pink. Kayaknya sayang aja kalo dua-duanya harus dibuka berbarengan. Ntar kalo yang botol biru udah dicoba, bakal saya update di sini ya.

Pada percobaan di tangan, masih keliatan sisa-sisa eyeliner waterproof dan lip cream yang emang susah dibersihkan. Tapi waktu saya pake buat bersihin eyeliner Jesse's Girl yang waterproof di mata, produk itu gampang banget saya bersihin, walau prosesnya perlu 2-3 kali usap. Enaknya lagi produk ini ga berasa ninggalin rasa berminyak di wajah, just like using water. Klaim yang menyatakan kalo produk ini bisa dipakai untuk membersihkan area mata dan bibir juga gak bohong menurutku, karena pas dipake di area mata gak berasa perih, dan gak bikin bibir pecah-pecah juga.

Meskipun begitu, saya sih gak terlalu yakin dengan klaim: tidak perlu dibilas dengan air. Untuk saat-saat mepet, gapapa kali la yaaa. Tapi ketika dipake buat membersihkan maskara waterproof, masih ada sedikit sisanya. Jadi saya memilih untuk membasuh lagi wajah dengan air dan sabun--orangnya parno.

Di luar dari hal itu, saya cukup yakin kok untuk memasukkan produk ini ke dalam list skincare rutin. Selain fungsinya yang gak main-main, harganya juga masih relatif terjangkau, cuma IDR 30.000 untuk harga retailnya. Sayang aja dia baru keluar dalam satu ukuran 125 ml. Untuk sebuah produk yang bakal tiap hari dipake, produk ini jelas butuh kemasan yang lebih besar. Segede botol kecap juga gapapa.