Thursday, January 7, 2016

Review: Kat Von D Everlasting Liquid Lipstick in Lolita and Lolita II (Lolita Lip Duo)

kat-von-d-everlasting-liquid-lipstick-lolita-lolita-ii-lolita-lip-duo-review-esybabsy


I ordered Kat Von D Everlasting Liquid Lipstick some time ago in the shade Lolita. Little did I know that several weeks later I'd received two versions of Lolitas in my mail, and in mini sizes. For me this is such a pleasing surprise since I can try out two different shades by just paying for one product. Oh, c'mon, how long does it take to spend a whole full size by the way? So in this case, mini size is a blessing.


kat-von-d-everlasting-liquid-lipstick-lolita-lolita-ii-lolita-lip-duo-review-esybabsy


The box contains two similar lipsticks: Lolita and Lolita II. From what I heard, Lolita II is actually a limited edition and available in this lip duo collection only. But please correct me if I'm wrong.


kat-von-d-everlasting-liquid-lipstick-lolita-lolita-ii-lolita-lip-duo-review-esybabsy

Left: Lolita
Right: Lolita II



The tube design for mini sizes are a bit different than the one you'd see on their full ones, although you can still see the silver rose design on the cap, and of course, KVD epic logo on the tube. 



kat-von-d-everlasting-liquid-lipstick-lolita-lolita-ii-lolita-lip-duo-review-esybabsy


What I love from their mini size is that the wand is not too long, so you can fully control your hand movement. Also it has a sheer chemical smell which is quite disturbing for me, but it will fade gradually.


kat-von-d-everlasting-liquid-lipstick-lolita-lolita-ii-lolita-lip-duo-review-esybabsy




kat-von-d-everlasting-liquid-lipstick-lolita-lolita-ii-lolita-lip-duo-review-esybabsy

Top: Lolita
Bottom: Lolita II



They are wet when first applied but will turn into a dead matte finish in no time. Which is a good thing I suppose.



****

kat-von-d-everlasting-liquid-lipstick-lolita-lolita-ii-lolita-lip-duo-review-esybabsy

Lolita



The shade of Lolita is not quite amusing, This one's far from what I expected when I saw the swatch in Temptalia. What I got here is a dusky rose with a hint of brown (or mauve?). It's way too dark for me and doesn't compliment my skin tone at its best. But still this one is good nude color.



****



kat-von-d-everlasting-liquid-lipstick-lolita-lolita-ii-lolita-lip-duo-review-esybabsy

Lolita II



This Lolita II shade is a bitch ass, I really-really love this. It's a warmer and lighter version of Lolita, kind of terracotta nude. I wear this and surely my face looks several times brighter. This is the kind of color that almost everybody love, especially us, Indonesian girls. 


****

As promised by the company, these lipsticks are absolutely long-wear. Stays the whole day unless if you're a barbarian eater. They have full coverage and won't leave any stain when you wipe it. Although I'm not so sure about other shades, though. They apply evenly, smooth, won't budge or feather all day long.

Every similar product like this would definitely dry your lips, even mine, and leave some tacky feelings on your lips. But these ones are definitely felt great, one of the most comfort matte liquid lipstick I ever try. Although I must say, the dryness is still there. So be sure to exfoliate your lips beforehand.

Their full sizes are sold for about USD 20/each, or around IDR 350K in many online stores in Indonesia. But I bought this Lolita Lip Duo for IDR 300K, pre-ordered.






Wednesday, December 30, 2015

Tutorial: Half Cut Crease Eye Makeup Using Viva Eyeshadow Palette No. 7

half-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsy


Hampir mau tahun baru nih. Siapa tau di antara kalian ada yang udah punya rencana untuk party taun baru, mungkin eye makeup yang satu ini bisa memberi inspirasi. Kali ini saya buat menggunakan palet Viva No. 7 sebagai pemain utamanya. Kalo yang belum tahu, paletnya yang kayak gini nih:


half-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsyhalf-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsy


Produk kece ini pernah saya review sebelumnya. Silakan cek di sini ya.

Oh ya, perlu ditekankan kalo palet yang saya gunakan di sini hanya sebagai pemain utama. So pasti kamu juga perlu peralatan lain seperti eyeliner, eye primer, pensil alis, dll.

Yuk kita mulai aja.


half-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsy
As always, gambar alis seeerapi dan sekece mungkin.



half-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsy
Aplikasikan eyeshadow base.


half-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsy
Aplikasikan eyeshadow coklat di bagian lipatan mata lalu baur.
Langkah ini optional. Tapi kalau dilakukan bisa membuat mata terlihat lebih berdimensi. Dan nanti pas udah jadi lebih keliatan bagus aja gradasinya.


half-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsy
masih dibagian lipatan mata, tapi agak lebih ke bawah sedikiiit, bubuhkan eyeshadow ungu lalu baur.


half-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsy
Aplikasikan eyeshadow krim warna putih di 3/4 bagian kelopak mata, seperti di gambar atas.
Di sini saya menggunakan NYX Jumbo Eye Pencil yang Milk. Tapi bisa diganti dengan eyeliner pensil warna putih, eyeshadow base, atau concealer.


half-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsy
Bubuhkan eyeshadow silver di atas eyeshadow putih tadi.


half-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsy
Bubuhkan eyeshadow ungu di sudut mata lalu baurkan sedikit dengan warna silvernya.
Cara membaurnya jangan lebay, cukup gerakkan kuas satu arah ke arah dalam.


half-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsy
Gambar garis mata di kelopak mata atas dengan bentuk sesuai selera.


half-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsy
Bubuhkan eyeshadow ungu di bagian bawah mata,


half-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsy
Garis bagian bawah mata dengan eyeliner pensil warna hitam. Supaya lebih awet, tumpuk eyeliner dengan eyeshadow hitam menggunakan angled brush. Lalu smudge dengan eyeshadow ungu yang telah dibubuhkan sebelumnya.


half-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsy
Garis waterline kamu dengan eyeliner putih, biar awet juga, tumpuk dengan eyeshadow putih. Tapi kalo matamu sensi, jangan warnai waterline-mu! Jangan lupa highlight sudut mata dengan eyeshadow silver.


half-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsy
Pasang bulu mata palsu. Bubuhkan maskara di bulu mata bawah. Biar bulmat palsu-nya keliatan lebih cetar, aplikasikan maskara di bagian ujungnya saja. 

Untuk finishing, tumpuk eyeliner atas dengan eyeshadow hitam menggunakan angled brush. Ini untuk menutupi sisa lem yang masih keliatan sekaligus biar eyeliner lebih awet.

Selesai deh!

half-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsy


Breakdown:
  • LA Girl HD Pro Concealer in Toast (used for eyebrows)
  • Mizzu Eye Base Essentials
  • NYX Single Eyeshadow in Dark Brown & Black
  • Viva Eyeshadow Palette No. 7
  • ELF Cosmetics Cream Eyeliner in Black
  • NYX Retractable Eyeliner in White
  • Viva Matic Eyeliner in Black
  • D'eyeko Eyelashes in Superfull No. 137



half-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsy


half-cut-crease-eye-makeup-tutorial-using-viva-eyeshadow-palette-no-7-esybabsy

Selamat mencoba!








Monday, December 28, 2015

Review: Mustika Ratu Bengkoang Whitening Night Cream

mustika-ratu-bengkoang-whitening-night-cream-review-esybabsy


Nggak sembarangan saya mau review skincare. Mungkin karena sifatnya lebih sensi dari kosmetik dekoratif biasa. Jadi kalo saya review skincare itu pasti yang udah cuco banget dan dipake dalam jangka waktu yang cukup lama.

Skincare yang saya mau bahas kali ini adalah krim malam Bengkoang dari Mustika Ratu. Awalnya beli ini karena saya gak punya krim malam, udah coba beberapa merk tapi gak pernah cocok. Jadi krim ini saya comot asal aja di Giant, bukan karena dari review mana-mana. Trust me, kalo kamu search produk ini di google, yang muncul cuma website jualan.


mustika-ratu-bengkoang-whitening-night-cream-review-esybabsy


Krim malam ini dikemas dalam jar plastik berwarna putih lengkap dengan kotaknya. Untuk jaminan kalo produk ini belom pernah dicolek-colek, pas awal beli kotaknya itu masih di-seal dengan plastik. Kotaknya yang di-seal ya, bukan jar-nya.



Produk ini saya beli di supermarket dengan harga sekitar IDR 21,000



mustika-ratu-bengkoang-whitening-night-cream-review-esybabsy


Walaupun kecil tapi isi jar-nya lumayan banyak. Sebenernya dia punya ekstra tutup lagi di dalam, tapi udah saya buang karena bikin rempong pas mau dipake. Krimnya berwarna putih dengan konsistensi yang tidak terlalu padat. Aroma krim ini mirip wangi khas bedak emak-emak jaman dulu, walaupun menurut tingkat toleransi indra penciuman saya, nggak terlalu menyengat.

Krim ini juga agak lengket kalo dipake, so buat yang punya muka berminyak mending jangan pake ini deh. Kebetulan jenis kulit saya normal oily, jadi no problem. Karena lengket makenya jangan banyak-banyak. Colek dikiiit aja, yang penting bisa cover seluruh muka dan leher. Aromanya emang agak ganggu, tapi lama-lama hilang kok.


mustika-ratu-bengkoang-whitening-night-cream-review-esybabsy



Klaim produk ini adalah mencerahkan kulit wajah. Saya rasa ini adalah klaim nomor dua paling mainstream bagi mayoritas wanita di Asia. Nomor satunya adalah: memutihkan kulit. Hehehehe... #sinis


mustika-ratu-bengkoang-whitening-night-cream-review-esybabsy


Meskipun nama produknya ada embel-embel 'whitening', saya gak merasa muka saya jadi lebih putih setelah beberapa lama pake ini. Mungkin karena saya pake jilbab, jadi muka dan tangan saya lebih item dibanding bagian kulit yang lain. Kecuali gigi ya. Tapi kalo efek mencerahkannya sih berasa banget. Flek-flek hitam akibat proses penuaan jadi lebih memudar, dengan catatan kalo saya juga pake masker bengkoang seminggu sekali. Sedangkan untuk efek purging, entah itu jerawat, bruntusan, atau mengelupas, saya tidak merasakan sama sekali dari awal pemakaian. Jadi saya beruntung sekali bisa menemukan produk ini dalam hidup saya.

Krim ini saya pake pas malem hari, karena namanya krim malam (ya iyyaalah...). Kalo kebetulan lagi rajin, sebelumnya saya akan membersihkan muka dengan milk cleanser, sabun wajah, toner, baru pake krim ini. Tapi pas lagi males, muka cukup diseka pake air keran saja. Yang penting gak berminyak, baru lanjut pake krim ini.

Satu hal yang sangat disayangkan, produk ini sulit didapatkan. Di pasar, supermarket, mini market, gak ada yang jual. Bahkan toko online resmi Mustika Ratu pun juga tidak ada.

Setelah lama mencari, akhirnya saya berhasil menemukan krim ini satu-satunya di sebuah toko online, itupun dibandrol dengan harga diskon. Hal ini semakin membuat saya bertanya-tanya, apakah produk ini masih diproduksi atau sudah diskontinyu?

Hingga kini, misteri ini masih belum terpecahkan.

Sedihnya, produk ini sudah menjadi krim malam holy grail saya. Kalau di-diskontinyu, saya tidak yakin apakah sanggup harus mencari krim malam lain dan melalui efek purging yang menyakitkan.




Sunday, December 6, 2015

Review: Olay Total Effects 7 in 1 Cream Cleanser

olay-total-effects-7-in-1-cream-cleanser-review-esybabsy


Ampir gak pernah kayaknya gue review sabun muka ya. Baiklah, berarti post ini akan jadi pembahasan pertama gue soal sabun muka. 

Awalnya gue beli ini tuh karena sekitar tahun 2010 gue ceritanya lagi hamil gitu. Hamil anak cowok. Katanya kalo hamil anak cowok itu kulit jadi jelek. Katanyaaa. Tapi emang iya bener, kulit gue jadi item-item gosong gitu bo. Trus bagian yang kering kayak di sela hidung sama pinggiran bibir jadi suka ngelupas. Lumayan ganggu juga sih. Ditambah lagi gue dulu gak telaten ngurus muka. Cuma rajin makeup doang. Sabun muka aja gonta ganti, tergantung wangi yang enak aja.

Nah terus gue baca review di majalah emak-emak dan majalah remaja (bukan beauty blog, dulu gue ga kenal istilah blog ya) produk-produk Olay Total Effects itu bagus. Dari krim siang, serum, sabun muka, dll. Jadi pas gue belanja bulanan, ya gue comot aja sabun muka yang ini.



olay-total-effects-7-in-1-cream-cleanser-review-esybabsy


Packaging produknya sih gak ada yang istimewa, modelnya tube biasa aja. Tutupnya model flip cap, yang bisa di flip dan diputer. 

Oh ya satu hal yang mau tekankan. Kalo misalnya beli ginian jangan sampe salah. Karena dia ada dua jenis: Foam Cleanser dan Cream Clenaser. Yang reseknya itu, kemasannya samaaaa persis. Cuma beda di tulisan doang.


olay-total-effects-7-in-1-cream-cleanser-review-esybabsy

olay-total-effects-7-in-1-cream-cleanser-review-esybabsy


Tuh seperti yang gue bilang tadi. Tutupnya bisa flip cap sama bisa diputer. Kalo lagi masih baru-baru, yaaa cukup flip-nya aja yang gue buka. Tapi kalo udah mau habis, produknya suka susah dikeluarin dari tube nya, jadi tutupnya suka gue puter, dan ternyata ada masiiiih banyak produk yang tersisa di pinggir-pinggir bawah tube-nya.

Asli gue harus berhemat memakai sabun muka ini karena harganya buat gue gak murah.


olay-total-effects-7-in-1-cream-cleanser-review-esybabsy


olay-total-effects-7-in-1-cream-cleanser-review-esybabsy


Produk ini isinya berupa krim putih dengan butiran scrub yang halus banget. Karena scrub-nya halus, gue sih gak pernah berasa perih walaupun udah gosok muka kuat-kuat. Wangi produk ini samar banget, pokoknya salah satu sabun muka dengan wangi yang paling samar. Jadi kadang nih idung gue masih suka nyium bau-bau langu gitu loh. Duh, apa sih bahasa enaknya langu... Apek kali ya.


olay-total-effects-7-in-1-cream-cleanser-review-esybabsy


Produk ini sama sekali gak menimbulkan busa walau digosok dengan segala daya upaya. Jadi, misalkan kalian menggosok produk ini pada tanggal 1 Januari, maka bisa dipastikan pada tanggal 31 Desember kalian tidak akan mendapati adanya busa sama sekali. Bahkan hingga lebaran monyet pun, busa tidak akan muncul sedikitpun. Mungkin karena namanya Cream Cleanser ya. Dulu gue inget banget, ada SPG di mana gitu (bukan SPG Olay) bilang kalo dia suka pake produk ini sebagai milk cleanser dan langsung diseka pake kapas, tanpa dibilas air. Gue pikir, mungkin bisa juga dipake kayak gitu.


***


Tiap kali selesai cuci muka pake ini, muka tuh rasanya masih berasa licin-licin gimanaaa gitu, seolah masih ada sisa sabunnya, padahal udah gue bilas bersih. Apalagi buat kalian yang biasa cuci muka pake sabun dengan busa berlimpah, biasanya bakal ngerasa gak bersih deh kalo cuci muka pake ini. Tapi setelah muka diseka pake handuk, gue ngerasa muka tetap lembab dan nyaman. Sama sekali ga ada sensasi kering atau kulit kayak ditarik. Terutama untuk di area garis tawa. Soalnya kalo dibiarin kering, di pinggiran bibir gue suka menghitam.

Sayangnya, sabun ini agak boros dipake. Sebulan gue butuh kira-kira 2 tube. Lain halnya dengan sabun muka lain, 1 tube bisa dipake sampe sebulan lebih. Mungkin karena dia gak berbusa, jadi gue butuh produk agak banyak buat sekali cuci muka. 

Satu lagi yang gue gak suka adalah produk ini agak susah dapetinnya. Gak susah-susah banget sih, tapi minimal gue harus ke supermarket besar buat ngedapetinnya, atau kudu pesen ke mall-mall online macem bilna, mataharimall, dll. Di Giant aja gak selalu ada, harus ke Giant yang bener-bener lengkap. Seringnya dijual yang varian Foam Clenaser. Dan gue gak suka pake itu karena muka rasanya jadi kering dan ketarik. Makanya kalo sekalinya gue nemu produk ini, bakalan sedia stok banyak.

Produk ini bisa dibilang sabun muka holy grail gue. Bertahun-tahun pake ini gak ada keluhan. Gak jerawatan sekaligus gak kering. Pernah iseng nyoba sabun muka laen, dan gue malah nyesel. Gue beli produk ini pertama kali tahun 2010, harganya sekitar IDR 27K. Sekarang di tahun 2015, harganya menjadi sekitar IDR 40K. 

Benar-benar kenaikan yang fantastis.







Tuesday, December 1, 2015

Review: LA Splash Lip Couture in OG Ghoulish

la-splash-lip-couture-og-ghoulish-review-esybabsy


This is the third LA Splash liquid lipstick that I have. To be honest, since these products are relatively inexpensive, all three shades I own are not very wearable for daily use, simply because I think I can do experiment with weird shades. 


la-splash-lip-couture-og-ghoulish-review-esybabsy


They are originally double packaged in two ways: with clear mica box and with plastic wrapping. Apparently the one I got is with mica box. The packaging is a clear tube with gold detailing and gold cap. (And it matches my steampunk necklace perfectly! Kyaaaa!)



la-splash-lip-couture-og-ghoulish-review-esybabsy



The shade I own is OG Ghoulish. Just an important notice that this one is different from Goulish which was launched earlier.


la-splash-lip-couture-og-ghoulish-review-esybabsy


la-splash-lip-couture-og-ghoulish-review-esybabsy

Ingredients



Can you see a super tiny black tube picture at the bottom left corner with a 3M code on it? That indicates the life span of this product that can only last up to 3 months after you open it. This is called PAO (Period After Opening) which can be found on many consumer products, usually beauty and skin care ones. And for the record, PAO is not the same with expiry date.

 That's why I didn't intend to buy so many colors from them. THREE MONTHS for 0.13 oz nett? How can I spend all of them in three months...


la-splash-lip-couture-og-ghoulish-review-esybabsy


The applicator is a straight and long shaped one rather than a regular doe foot. I don't really fond of this kinda shape, it's too big. Or maybe I'm just not used to it. Yet.


la-splash-lip-couture-og-ghoulish-review-esybabsy


Left: Natural lighting
Right: With camera flash




The formula is a perfect combination between liquid and creamy. Not too thick nor too thin. The smell is unbelievably disturbing, like the strong smell of wall paint. LA Splash has the worst smell compared to several similar products I've tried so far. Although it'll fade eventually.


la-splash-lip-couture-og-ghoulish-review-esybabsy


OG Goulish is a super pale grey-beige color, or many beauty bloggers call it: a greige shade. For the longest time, Lime Crime Cashmere is the palest shade I own, but OG Ghoulish beats it. Some even said this is a dupe for Cashmere. Nope, not at all.

The opacity is amazing, I don't need a second dip to fill my whole lips. It takes a while before it dries completely and you'll feel is some uncomfortable tacky feeling on your lips. But once it dries, it won't budge.

They also last all day. Kissproof, smudgeproof, waterproof. Taking this off is easy. I just put a cotton dipped in ordinary makeup remover, press it for several secs, and wipe it with all you might. After that, scrub your lips and moisturize. This product won't leave any stain at all afterwards.


la-splash-lip-couture-og-ghoulish-review-esybabsy


This picture is just me playing with dark foundation, imagining if my skin was this dark, this is how OG Goulish would look like on me.


Does it dry? Yes, forgodsake! Even for my lips that don't dry easily, they do! And they also felt dry, as if your lips are sealed with a duck tape or something. But somehow, compared to similar products, this felt less dry and more comfortable. And just like many other matte liquid lipstick, the inner part of your lips will clump  after a long day.

Although it's nude, OG Ghoulish is not a very wearable color for everyday use. You'll look pale. I wear this and lots of my friend said I look like a walking corpse, or a zombie. Zombie syariah mungkin. Only a few people compliment me. But I don't care. I wear this shade quite often, because I love it.

This is originally cost USD 14 in USA (was USD 11.98). I bought this for about IDR 150K but forgot where. But many online stores sell this product. The price may vary.






Latest Post

First Impression: Evershine Moringa Series