Monday, October 13, 2014

Review: SilkyGirl Double Intense Gel Eyeliner (Pure Black/01) + Tips on How To Lengthen Your Gel Liner Life Span


Aku udah lama pengen beli gel liner ini, katanya kan legendaris, banyak di review sama beauty blogger. Cuma ya mungkin karena otak yang rada-rada impulsive, tiap kali mampir ke konter SilkyGirl pasti kepincut ama konter merk lain. Ujung-ujungnya malah beli yang ga direncanain, dengan harga yg beberapa kali lipat lebih mahal. Preeettt... Jadi pas aku dapet kesempatan dapet barang ini secara gratis, I was like having a dream come true.

Yuk ah, langsung aja.



Kemasannya sih standar banget ya. Biasanya gel liner emang dikemas dalam bentuk pot kaca seperti ini, plus tutup yang bisa dialihfungsikan menjadi kuas beserta gagangnya. Btw, menurutku design kotaknya itu... Nggak banget. Bagusnya dibiarin aja item polos, pasti lebih keliatan 'sleek'. Belom lagi design font-nya. Jadoel. Hehehe. Bawel ah.




Warna yang aku dapet adalah Pure Black (No. 01). Setahu aku dia ada shade coklatnya. Tapi mencarinya itu kok susaaah banget ya.





What it claims:
A waterproof gel cream eyeliner that ensures easy and precise application. Its Silicone Polymer Technology formula promises intense color that stays on for hours without smudging.It comes in a smart packaging where the eyeliner brush is neatly attached to the casing.



Kuasnya pipih dan ujungnya runcing. Tapi somehow, kalo aku pake lama kelamaan berubah bentuk jadi angled brush. Dan seperti yang aku bilang tadi, kuasnya ini nempel ama pot-nya. Aku lebih suka kuas model gini. Praktis. Daripada yang terpisah kayak gel liner Maybelline atau Etude House.



Entah gambar di atas itu penting apa nggak, karena pastinya banyak di antara kamu yang udah tau mekanisme kemasan ini. Tapi yaaaa, gapapa lah. Namanya juga review produk. Tujuannya kan untuk memberi informasi sejelas dan sejujur mungkin. Cieee guee...
  1. Buka tutup pot dengan cara diputar.
  2. Patahkan bagian tengah dari tutup untuk menemukan kuas yang tersembunyi.
  3. Balik tangkai kuas dan masukkan ujung kuas ke dalam patahan tutupnya. Kamu bisa juga pakai tangkai kuas langsung tanpa disambung kalau lebih suka aplikator yang lebih pendek.
Kalo aku yang matanya rada burem (hehehe) lebih suka pakai aplikator pendek. Maklum, jarak kaca sama muka itu harus dekeet banget biar keliatan.





Kalo ngomongin soal warna, asli jet black abisss. Super duper intense. Jadi dalam hal kehitaman, asli ini produk juara deh. Teksturnya juga creamy and soft banget. Btw, dia tidak berglitter ya, hasilnya pun matte. Tidak ada bau-bau aneh juga yang sempat tercium. Namanya juga eyeliner. Masak iya wangi? Pas aku aplikasikan ke mata juga nggak terasa perih di aku.




Tapi kalo ngomongin daya tahan... Hmmm, aku sih ragu. Soalnya pas aku swatch ke tangan dan menunggu sampe beberapa menit kok dia gak kering-kering ya. Dan aku cuma gosok sedikit aja udah mbleber gitu.
***
Eyeliner ini sih emang terbukti waterproof, tapi kaga smudgeproof. Aku pake buat acara outdoor selama dua jam sih masih oke. Begitu udah lebih dari dua jam, langsung ada bayangan hitam di kantong mata, pertanda kalo ada tinta eyeliner-nya yang ngerembes turun. Oh, dengan catatan, aku tidak menggunakan eye primer ya. Sekedar menguji daya tahan produknya aja.
Lain halnya waktu aku pake Revlon Photoready Face Primer dan ditumpuk lagi pake Etude House Proof 10 Eye Primer di mata atas dan bawah, eyeliner ini sukses tidak bergerak sedikitpun. Iya, aku pake face primer dulu sebelom eye primer. Karena buatku kalo make eye primer doang kayaknya eyeshadow tetap retak/creasing.

***

My verdicts towards this:
  • Intense black color
  • Creamy and soft textured
  • Doesn't sting my eyes
  • Waterproof? Slightly
  • Smudgproof? No
  • Very travel friendly packaging and equipped with a brush
  • Useful brush
  • How much: IDR 45K (USD 3-4)
  • Where to buy: Official counters, drugstores, and hypermarkets.

***


HOW TO LENGTHEN YOUR GEL LINER LIFE SPAN

Ya, aku punya tips buat kamu yang sering ngerasa punya gel liner tapi kok cepet banget keringnya. Tips ini aku dapet dari acara Beauty Blogger Meet Up kemarin. Gak ada salahnya kan aku share di sini?



Gel eyeliner itu musuhnya udara. Jadi selagi kamu pake, jangan malas untuk membalik pot-nya ke arah bawah untuk mengurangi frekuensi gel-nya bergesekan dengan udara bebas.

Put your gel liner pot in upside down position whenever you're using it. This is to reduce the chance your gel touched by air.



Jangan malas membersihkan kuasnya setiap kali habis menggunakannya. Kalo aku sih usap aja pake tisu sampe bersih, baru langsung aku tutup. Jangan sampe ada sisa gel menetap di kuasnya karena begitu gel-nya mengeras, tekstur kuasnya jadi keras dan nggak enak banget pas dipake ulang. Oh ya, aku sih nggak menyarankan dibersihkan pake eye makeup remover karena ada kadar minyaknya. Nanti pas mau dipake lagi, kuasnya jadi agak-agak berminyak, dan akan mengurangi daya tahan produknya di matamu.

Clean your brush after each application with a dry tissue/napkin. I don't recommend using eye makeup remover since it contains some oil that may reduce the staying power of your gel liner on your eyes.



Gambar yang kanan adalah Gel Liner Etude House-ku yang lama. Saran aja, kalo kamu mengoleskan kuas untuk mengambil produknya, jangan ditekan, tapi ambil aja dengan gerakan ringan. Jangan sampe membuat lubang seperti kawah ditengah pot-nya karena gel liner akan lebih cepat kering.

This picture shows a comparison with my old Etude House Drawing Show Gel Liner. As you can see that I already made a gigantic hole on the gel surface, making the product dry easily. I would recommend you make a light stroke on its surface evenly. Don't make a hole since this will make the product dry easily.


***

Segitu aja tips dari aku. Kalo ada yang mau nambahin, monggo silakan komen.

Oh ya, ini ada beberapa contoh EOTD menggunakan gel liner ini. Selamat menikmati!


Aku pake eyeliner ini di atas dan bawah mata dengan pengaplikasian bertumpuk. Hasilnya jadi super tebel dan agak lebay ya. Heheheh. Oh ya, khusus untuk tear duct, aku menggunakan kuas eyeliner.


Di sini mungkin ga terlalu keliatan karena ketutup sama bulu mata palsunya. Tapi kamu bisa lihat di garis mata bawah.


Yang ini aku pake tipis-tipis aja, ternyata bisa juga jadi eye makeup buat sehari-hari meski pake eyeliner hitam di atas dan bawah mata. Aku mengaplikasikannya dengan gerakan ringan dan terputus-putus.


Using my shitty iPad front camera. Hope you can see the liner.

***
Don't forget to support me by following me via GFC and G+. Also check out my Instagram account for more pictures!
See you!




Friday, October 10, 2014

Review: SilkyGirl Natural Brow Pencil (Dark Brown/02)

Hai,

Review kali ini masih seputar goodie bag yang aku dapet dari acara BB Meet Up kemarin, mudah-mudahan kamu gak bosen ya. Yup, pensil alis ini adalah salah satu dari 3 item yang aku dapet dari Silky Girl.



Isinya berupa gel liner, pensil alis, dan lipstiknya Silky Girl. Penjelasan dan review produk akan dijabarkan satu-satu di tiap post ya.

***
  

Kalo boleh jujur sih yang aku review sekarang adalah pensil alis Silky Girl punyaku sendiri, karena kebetulan aku juga udah lama pake pensil alis ini. Yaaa kan daripada buka yang baru, mending dimanfaatin dulu apa yang masih ada, daripada mubazir. Ceritanya waktu itu aku beli gara-gara bosen sama pensil alisnya Viva, dan aku juga ngerasa Viva itu warnanya terlalu merah.




Nothing too fancy about the look of this pencil. Pensilnya dari kayu dan ada tutup dari plastik warna bening. Kalo masih baru dia di-seal dengan plastik. Model pensilnya ini diraut ya, bukan diputer. Kalo ngomongin pensil raut, aku kok lebih seneng pensil kayu seperti ini daripada yang dari plastik. Kayaknya kalo ngeraut pensil plastik, lebih banyak aja produk yang terbuang.




Pas aku tanya warna coklatnya ada berapa, mbak-mbak kasir di apotik Watsons sih bilang dia cuma ada hitam dan coklat (Soft Black dan Dark Brown). Jadi aku beli yang coklat aja, karena pensil alis hitam cuma aku pake buat eksperimen makeup. Hihihi...






Warnanya itu coklat dengan undertone kemerahan, tapi nggak semerah Viva. Menurutku sih pas ya buat yang pengen warna pensil alis yang rada gelap tapi gak keliatan terlalu galak. Kalo boleh lagi nih aku bandingin dengan NYX Eyebrow Gel, warnanya sekilas mirip dengan shade Chocolate.

Aku kurang tahu tekstur asli dari pensil ini terlalu keras atau nggak. Yang jelas aku menyimpannya dalam ruangan ber-AC, jadi di aku teksturnya lumayan keras. Selama ini sih aku mengakalinya dengan memegang ujung pensilnya dengan jari selama beberapa detik biar lebih lunak, atau aku coret-coret sedikit di punggung tangan.





Di foto ini aku gosok sekali aja udah kehapus. Memang gak ada klaim waterproof sih dari Silky Girl. Tapi aku yang udah lama make pensil ini, menurutku daya tahannya lumayan kok. Asal dalam batas pemakaian yang wajar ya, maksudnya nggak dipake berenang, dipake bobo, atau diusek-usek pas kebetulan alis kamu gatel, menurutku sih dia akan bertahan dan alis gak akan buntung seharian. Aku pake wudhu beberapa kali juga masih oke kok meski agak pudar sedikit.


So, overall, untuk sebuah pensil alis yang gak terlalu mahal, produk ini oke banget lah. Mungkin kamu lagi bosen sama pensil alis lokal, pengen yang buatan luar tapi nggak terlalu mahal, bisa lah jadi pilihan kamu. Buat kamu-kamu yang udah expert dandannya, mungkin udah punya beberapa eyebrow drawer di rumah ya. Entah itu berupa pomade, gel, atau eyebrow kit, tapi percayalah, tidak ada yang bisa menandingi kekuatan sebuah pensil alis dari segi kepraktisannya. Terutama buat kamu yang alisnya buntung, pengen gambar alis, tapi sayang make Anastasia Beverly Hills Dipbrow Pomade kamu cuma buat manggil tukang ojek ke depan kompleks. Misalnya.... Heheheh...


***


Verdicts:
  • Warnanya coklat kemerahan, tapi lebih gelap dari Viva.
  • Daya tahan medium.
  • Tidak waterproof atau smudgeproof.
  • Tidak gampang patah.
  • Teksturnya agak keras (menurut aku).
  • Murah meriah. Harganya sekitar IDR 20K.
  • Beli di konter resmi, apotik, atau toko kosmetik.


***


BONUS EOTD





Karena aku udah agak lama makenya, jadi stok EOTD dengan pensil alis ini lumayan banyak. Selamat menikmati dan meresapi. XD


Di gambar ini warnanya agak kemerahan ya karena efek cahaya, aslinya sih ga semerah ini.

Warnanya agak mendekati aslinya pada gambar-gambar berikut ini. Gak terlalu merah atau gelap kan?





Paling suka pake pensil alis kalo pensilnya mulai agak tumpul karena menurutku hasilnya jadi lebih alami. Btw, maap ye pose-nya rada alay.









Wednesday, October 8, 2014

Review: Handmade Bar Soap by Moporie (Butterfly Hugs)

Yuhu!

Buat yang nyimak blog aku sebelumnya (siapa gue....?), mungkin udah tau kalo aku sempat menghadiri Beauty Blogger Meet Up beberapa hari lalu. Salah satu sponsor yaitu Moporie dari The Soap Corner berbaik hati memberikan beberapa produk mereka sebagai gift pada para peserta. Asli isi goodie bagnya Moporie itu banyak.


Tuh banyak kan?

Supaya internet atau gadget-mu nggak terlalu berat loading-nya, aku akan pisah jadi beberapa post aja ya. Yang mau aku bahas duluan adalah sabun batangannya.

***

Sebenernya dari awal ngeblog, aku kayaknya belom pernah review sabun deh. Karena buatku yaaa, sabun gitu loh. Biasa banget. Apa juga yang bisa di review? Paling wanginya. Tapi bukan berarti aku nggak pernah sabunan ya. Hahaha. Tapi buat sabun batangan dari Moporie ini kayaknya layak di review, karena uniknya dia itu sabun produksi rumahan. Eits, jangan samakan produk kecantikan buatan rumahan itu dengan kosmetik produksi abal-abal ya.

Like many trending homemade beauty stuff these days, this soap bar by Moporie is one of them. I got this as a gift by attending Beauty Blogger Meet Up event several days ago.



Kemasannya simpel, sabunnya dibalut plastik transparan dan diselimutin sama sarung dari kertas. Untuk varian yang aku punya adalah Butterfly Hugs.

My variant is Butterfly Hugs.




Ingredient list:


Olive oil
Palm oil
Coconut Oil
Canola Oil
Castor Oil
Water
Glycerin
Fragarance
Colorants


Selain bentuk dan warna sabunnya yang unik, kelebihan sabun dari Moporie ini adalah bebas SLS dan Paraben. SLS banyak ditemui dalam komposisi barang konsumsi rumah tangga seperti syampo, pasta gigi, dll. SLS biasanya dapat menyebabkan iritasi kulit. Suka ada kan temen atau sodara kamu (atau kamu sendiri?) yang kulitnya sensitif dan gak bisa pake sabun batangan yang dijual di pasaran? Bisa jadi dia gak cocok sama SLS. Kemudian untuk Paraben sendiri, yah udah tau dong, yang ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan salah satu zat pemicu kanker, bila terkonsumsi dalam jumlah tertentu.

Aside from its unique shape and color, additional advantage of this soap is that it's free from Sodium Lauryl Sulphate and Parabens. Because it's homemade, duh.




Sabunnya sendiri dipakein baju plastik tebal dan rapat yang susah banget dibukanya. Plastiknya harus digunting, gak bisa main robek aja kalo mau dipake. So, nggak usah khawatir kalo sabun ini dicolek orang iseng. Dan saking rapetnya, aku nggak bisa cium aroma apa-apa sebelum plastiknya dibuka.



Kata anakku, ini buah pepaya. Hehehe, mirip gak sih?

Untuk ukuran sabun ini sebenernya lumayan gede ya dibanding sabun pasaran. Sedikit mengingatkan aku akan sabun batangan Kojie San (buat yang pernah pake Kojie San). Bentuknya kotak, jadi rada susah kalo mau diputer-puter di tangan pas lagi mandi.

Sayangnya aku nggak tau khasiat dari varian Butterfly Wings ini. Aku coba search di website, brosur, bahkan di kemasannya sendiri, aku nggak nemu klaim dari sabun ini. Kalo mau 'menghakimi' dari namanya (Butterfly Wings), bingung juga, apa fungsi dari si sayap kupu-kupu ini buat kulit, hehehe. Walaupun dengan melihat komposisi bahannya aja aku udah bisa nebak bahwa dia berfungsi melembabkan dan menutrisi kulit.

Aroma dari sabun batangan ini juga samar banget, hampir bisa dibilang tanpa aroma. Tau kan kalo sabun tanpa aroma gimana? Susah jelasinnya, cuma kamu yang pernah make unscented soap aja yang udah tau hehehe #dikeplak. Tapi buatku sih gak masalah, malah sabun tak beraroma ini baunya seger di hidung, gak apek. Malah kalo abis mandi pake sabun ini, bau kamar mandi jadi enak deh. (Loh, kok malah bau kamar mandinya sih?).

The size of this soap is quite big. Its angled coners also troublesome to use. And, unfortunately, I just couldn't find the benefit of this Butterfly Wings variant, although judging from the ingredients, this soap is sure can maintain skin nutrients and moisture. You also won't smell any scent from this lovely little bar, which for me, is an advantage.



Nah, karena sabun ini dari awal udah diklaim bebas SLS, jadi susah banget dapetin busanya. Awalnya rada gak biasa sih, berasa gak bersih gitu. Tapi positive thinking aja lah, bahwa apa yang berbusa banyak belom tentu bisa total membersihkan. Begitu juga sebaliknya. 

Supaya lebih awet, sabun ini aku potong jadi beberapa bagian. Terserah kamu sih nyamannya jadi berapa. Kalo aku jadi tiga aja cukup. Nggak enak juga dipegangnya kalo kekecilan. Oh ya, disarankan kamu meletakkannya dalam wadah sabun yang kering ya, soalnya kalo wadahnya agak berair, sabun ini gampamg banget jadi lembek.

Karena diklaim bebas SLS dan Paraben aku jadi berani mandiin anakku pake sabun ini. Yaaa, meskipun Moporie sendiri juga memproduksi sabun khusus buat anak dan bayi. Tapi aku pede aja sih. Nggak bikin kulit anakku iritasi juga kok.

Oh ya, Moporie juga memproduksi costumized shoap loh. Bentuk, warna, aroma, dan khasiatnya bisa kamu pesan sesuai keinginanmu sendiri. Bisa juga buat souvenir acara loh. Coba deh cek website-nya. Asli sabunnya lucu-lucu banget!

As claimed to be free from SLS, not much foam you can get by rubbing this, no matter how hard you try. To lengthen its usage, I cut this soap into several pieces (mine is three) to lengthen its usage period, and keep the used soap in a dry place since it gets mushy easily. I also bathe my toddler with this soap, aside from tha fact that Moporie also produce soaps for kids and babies.

***

My verdicts:
  • Unscented soap
  • Skin moisturizing effect
  • No SLS and Parabens, claims to be super gentle to sensitive skin
  • Made from natural ingredients
  • Homemade product
  • Not foamy (beacuse it's SLS free)
  • Big size and angled corner shape, making it a bit hard to grab
  • Gets mushy easily when damped
  • How much: I'm not quite sure about the price of this variant, but the soap bars price ranges from IDR 35K to 40K (USD 3.00)
***

Hope this review is resourceful ya! 

Oh ya, aku masih ada beberapa sabun lagi dari Moporie yang akan segera tayang. Jadi stay tune terus ^_^

***

Don't forget to support my blog by following me via G+ and GCF. See you!








Saturday, October 4, 2014

Event Report: The First Beauty Blogger Meet Up

Holaaa!
 
Pada suatu ketika di tanggal 27 September 2014 lalu (ciah-elah) aku menghadiri acara Beauty Blogger Meet Up di Centralpark mall, tepatnya di The Nanny's Pavilion. Asli, ini kesempatan langka bisa ikutan acara seperti ini karena... aku jarang aja bisa pergi kemana-mana tanpa bareng keluarga.
 
Menuju ke venue-nya pun perjuangan banget karena kebetulan aku sering denger Centralpark tapi nggak tau di mana persisnya. Tanya sana-sini, buka Google Maps, akhirnya ketemua juga. Walaupun pake acara mundur-mundurin mobil karena mall-nya kebetulan udah kelewat jalan. Untung dibantuin ama petugas DLLAJR. Hehehe. Begitu sampe di mall-nya pun aku terpaksa mondar-mandir nyari di mana itu The Nanny's Pavilion. Kata petugas di pusat informasi-nya sih di lantai dasar, ealaaah ternyata letaknya di teras luar, persis samping lobi. Pantesin aja aku ngubek sampe lantai atas nggak ketemu. Emang dasar nggak gaul.
 
Maap ya, preambule-nya nggak penting banget. Tapi buatku itu penting diceritain! Hahaha.
 
Baiklah, langsung aja ke event report-nya ya. Acara ini adalah yang pertama kalinya diselenggarakan. Diorganisir oleh Carnellin, Mei, dan Tia dan terbuka hanya bagi 20 orang beauty blogger yang beruntung. Beruntung di sini maksudnya cepet-cepetan daftar gitu. Hehehe.
 
 
 
Waktu lihat daftar sponsornya di Beauty Blogger Match Maker, aku langsung, oh yes! I have to participate, terutama karena penasaran juga sama V10Plus, tapiii masih aja ragu mau menggunakannya. Aku pikir mungkin setelah ikut ini, bisa membantuku menentukan pilihan. Yang sedikit bikin aku gelisah adalah dress code-nya. Kawaii bo. Mungkin karena media partnernya dari Kawaii Beuaty Japan? IDK. Tapi yang jelas nggak pantes juga udah ibu-ibu begini dandan imut. Bisa aja sih biar ibu-ibu dandan kawaii, asal masih umurnya masih muda. Lah aku... usia seperempat abad aja udah lewat 8 taon lalu. Hahahah! Akhirnya jadilah aku dandan kawaii seadanya. Mungkin lebih tepat disebut  Kawaii Kawe, gitu.

 
 
Ini adalah gambar where the venue took place. Too bad I didn't get too many pictures. I was too busy tweeting, posting, making selfie, and admiring the adorable goodie bags that I've forgotten to take picture of the place. Lesson learned that day. Btw, The Nanny's itu dekor-nya so sweet dan unik banget loh. Dijamin betah deh sama suasananya, makanannya juga enak buat kamu yang suka dengan western food.
 
 
***
 
 
Acara dimulai dengan presentasi dari pihak V10Plus. Buat kamu-kamu yang rajin mantengin grup IBB di Facebook, pasti udah nggak asing lagi with this award winning skin care brand.

 
Goodie bag yang dibagikan berisi tiga sachet V10 Water Based Peeling Facial Mask. Iya tiga, bukan dua seperti yang di gambar. Karena satu sachet-nya udah langsung aku cobain di tempat.

 
Sekilas review produk ini, aku pake on the spot. Aku amazed banget, tangan kiriku langsung kliatan cling. Bisa keliatan kan bedanya? Tunggu aja review-nya, meskipun telat ya.
 
***
 
 
Acara dilanjutkan dengan makeup demo by Endi Feng disponsori oleh Make Over Indonesia, tentang gimana caranya dandan ekspres hanya dengan waktu 10 menit. Modelnya di sini adalah Hani yang bela-belain dateng dari Bandung. Ada banyak sih tips-tips berguna yang aku pelajarin saat itu. (Nyimak ceritanya). Ini beberapa di antaranya:
  • Supaya makeup base lebih nempel, usahakan memijat wajahmu perlahan dengan pelembab atau serum wajah.
  • Apply base makeup menggunakan jari tanganmu untuk hasil yang even tapi gak makan waktu banyak.
  • Trik mengatasi foundation yang terlalu terang adalah mengaplikasikannya mulai dari hidung, kening, lalu baur dengan jemari ke seluruh wajah. Hasilnya jadi lebih rata dan nggak keliatan seperti pakai topeng.
  • Bentuk alis adalah hak-mu untuk menentukan. Tapi kalau ada yang mengkritik alismu, ya monggo ngaca lagi deh hehehe.
 
Ya itu aja sih yang aku inget.

 
Isi goodie bagnya berupa satu liquid lip color, voucher belanja senilai IDR 50K, dan eyeliner pencil.
 

 
Produk-produk Make Over Indonesia yang dipake oleh Endi Feng selama acara ini. Itu eyeshadow-nya bikin ngiler. *drool*
 
***
 
 
Berikutnya adalah presentasi dari pihak ZAP tentang treatment mereka untuk menghilangkan secara permanen bulu-bulu di tubuhmu. Belom pernah denger? Aku juga belom sih. Tapi penasaran pengen nyoba, biar ga usah repot cukur-cukur mulu.
 
 

Goodie bag-nya dari ZAP ini, temaaan. Voucher belanja dari Zalora.co.id senilai IDR 150K, Free Treaetment Underarm Voucher by ZAP, dan satu produk pemutih khusus daerah keti, sample size.
 
***
 


 
Acara selanjutnya adalah presentasi dari Sally Hansen yang sayangnya lagi-lagi lupa aku foto, saking nyimaknya. Baru sadar setelah mbak-nya 'turun panggung'. Aduuh, silly me. So far sih yang aku tahu tentang Sally Hansen hanay pewarna kuku-nya aja. Tapi ternyata gak cuma sebatas itu aja loh. Seperti produk yang dibagikan di dalam goodie bag waktu acara itu, adalah berupa vitamin E untuk kuku dan cuticle, dan Airbrush Legs. Fungsinya Airbrush Legs ini apa? Untuk meratakan warna kulit kakimu, so kalo kamu pake baju dengan potongan mini, warna kulit kakimu akan terlihat 'rata', gak belang bonteng. Gak terbatas di kaki aja sih makenya, bisa juga kamu aplikasikan di tangan misalnya.
 
***
 


Setelah disela lunch break, acara dilanjutkan dengan demo mekaup oleh Carryna yang disponsori oleh SilkyGirl.
 
 
Di sini Carryna mendemonstrasikan membuat eyeliner yang sesuai dengan bentuk matamu.

 
Produk yang dibagikan adalah berupa Natural Brow Pencil, the legendary Double Intense Gel Eyeliner dan SilkyGirl Lipstick.
 
***
 
 
Acara berikutnya semestinya datang dari pihak Ayoubeauty, sayang sekali perwakilannya gak bisa datang, tapi hanya diwakili oleh goodie bag berisi makeup tools yang banyak ini. Thank you ya Ayoubeauty :)
 

Sambil dibagi-bagikan goodie bag dari Ayoubeauty, ada penjelasan tentang media partner Kawaii Beauty Japan atau biasa disingkat menjadi KBJ, tentang apa itu KBJ. Juga bagaimana caranya menjadi narasumber/blogger tamu di KBJ.
 
***

Acara ditutup dengan sharing dan info seputar dunia blogging bersama Carnellin, Tia, dan Mei tentang gimana cara kita deal dengan pihak sponsor, gimana cara bikin blog kita lebih berkembang. Pokoknya banyak ilmu yang aku dapet dari sesi ini. Dan sayangnya lagi aku lupa ambil fotonyaaa! Terlalu nyimak. Maap ye, baru pertmaa kali bikin event report. Awkward banget!


 
Sebelum pulang, kita sempet-sempetin selfie dulu sama goodie bag terakhir yang dibagikan dari Moporie.
 

Isinya berupa sabun, lip scrub, head to toe soap, liquid soap, dan makeup brush cleaner. Thank you, The Soap Corner, this is very generous!
 
***
 
Beberapa kegilaan yang sempat tertangkap kamera:
 
Kamera adalah modal utama seorang blogger (selain internet), mau pake DSLR, kamera HP, kamera saku, atau iPad/Tab, pokoknya kamera!

Karena dress code-nya Kawaii, pose-nya juga harus Kawaii loooh!

So happy to see you gals!
 
Endi Feng in the flesh with his signature smile. His face was flawless, even flawless than me. The eyebrows were more well-trimmed than me!
 
Karena kepepet buru-buru, aku dandan ala-ala kawaii pake blush-on Revlon sebagai eyeshadow, jadinya lumayan juga. Ntar kapan-kapan aku sharing deh tutorialnya.

Satu-satunya foto interior The Nanny's Kitchen yang sempat aku foto. Lucu yaaa.
 
Asli deh, setelah banyak berpikir keras (apa sih), spageti aglio oglio pake jamur ini bener-bener mengobati rasa lapar. Pedes-pedes gurih gimanaaa gitu. Dilarang ngiler ya.


@allseebee: aku pengen yang pink, tukeran dong
@reiiput: jangan dong, aku mau yang pink juga
@putzliciouz: ah berisik aja deh, hape ku tadi ditarok di mana ya...


Di sini kita bukannya asik sendiri sama hape loh, tapi sibuk nge-Tweet dan posting event-nya di Instagram karena ada pemenang live tweet dan IG-nya di tiap sesi.
(source)
 
 
Kayak paparazzi. Heheheh...
 

I am sooo happy to meet you all and want to meet again!
(source)


***
 
Segitu aja event report dari aku. Terimakasih banyak untuk V10Plus, ZAP, MakeOver, AyouBeauty, Kawaii Beauty Japan, SilkyGirl, Sally Hansen, dan The Soap Corner, juga buat Mei, Carnellin, dan Tia, for making this event happen! Oh ya, semua produk dari goodie bag yang aku post di sini akan aku review sebagai haul berikutnya. Makanya stay tune terus kalo penasaran!
 
Take care and be good!





 

Latest Post

First Impression: Evershine Moringa Series