Monday, January 16, 2017

Review: Morphe 12P Picasso Palette

This post will be written in Indonesian language, but a brief English summary is written at the end of this post.

MORPHE-12P-PICASSO-PALETTE-REVIEW-ESYBABSY


Gue pertama kali liat palet ini sebenernya agak telat juga, tapi langsung kepincut gara-gara salah satu instagrammer yang sering bikin super colorful eye art, @thebriabeauty, sering banget bikin look menggunakan palet ini. Dan karena gue ini banci warna, langsung aja tergoda buat punya juga. 



MORPHE-12P-PICASSO-PALETTE-REVIEW-ESYBABSY


Ukuran palet ini gak terlalu besar. Pas gue liat di review orang-orang kok kayaknya gede gitu ya, secara ada 12 warna yang dirangkum dalam satu palet. Tapi ukurannya ternyata jauh lebih kecil dari dugaan gue. Paling kalo ditutup cuma segede tangan gue, yah gede dikit dari dompet gue lah. Tapi ukurannya ini bikin dia gak makan banyak tempat kalo dibawa dalam traincase atau kotak kosmetik ukuran sedang. Bahannya terbuat dari plastik kokoh berwarna witam. Tanpa kaca. Tanpa aplikator apa pun. Just the color pans.


MORPHE-12P-PICASSO-PALETTE-REVIEW-ESYBABSY

MORPHE-12P-PICASSO-PALETTE-REVIEW-ESYBABSY


Kalo liat pan nya dari deket, kayaknya palet ini cocok banget dinamain Picasso Palette, karena emang tampangnya yang mirip banget kayak palet seniman. Hampir semua warna pelangi tumplek blek jadi satu. Sayangnya produk ini gak dilengkapi dengan nama atau kode warna.

Seluruh warna yang ada di sini bervariasi dari segi pigmentasinya, tapi yang jelas mereka semua matte. Ini adalah salah satu alasan gue bela-belain beli produk impor ini. Mana ada produk lokal yang ngeluarin palet warna-warni dengan finishing matte? At least sampe sekarang belom ada.


MORPHE-12P-PICASSO-PALETTE-REVIEW-ESYBABSY

I did the swatches on bare hand, using dry fingers, and no base at all


Ok, dari warna emang tampilannya menarik banget, tapi swatches-nya? Bahas satu-satu aja biar afdol.
  1. Putih. Warna ini pigmentasi nya lumayan kok walaupun di pan agak keras. Sering gue pake buat highlight tulang alis atau untuk set eyeshadow base.
  2. Kuning. Ini warna yang paling nyusahin karena menyerbuk, permukaannya keras, dan pigmentasinya payah. Butuh beberapa kali oles sampe bisa dapet hasil yang pas.
  3. Hijau Muda. Sama menyerbuknya, pigmentasi agak menyusahkan, walau ga separah warna kuning.
  4. Biru toska muda. Pigmentasinya oke banget, cukup sekali oles aja udah dapet warna yang opaque.
  5. Jingga. Benarkah ini warna jingga? Sepertinya ya. Agak menyerbuk, ytapi pigmentasinya lumayan.
  6. Pink dangdut. Ya gue nyebutnya begitu. Warna ini pigmentasinya bagus banget, sekilas mirip Dollipop-nya Sugarpill.
  7. Merah. Pigmentasi oke dan gak menyerbuk. Sayang aja warna ini meninggalkan stain di kulit. Gue sih gak menyarankan pake eyebase warna putih, karena somehow bikin warna merahnya berubah jadi rada ngepink. Coba pake deh eyeshadow cream warna merah (misalnya yang merk Viva), dijamin jadi tambah nampol.
  8. Ungu. Warna ini meninggalkan noda di kulit, seperti warna merah. Pigmentasinya dahsyat jadi disaraknkan apply-nya dikit-dikit aja dulu.
  9. Hijau Tua. Pigmentasinya bagus tapi agak powdery dan fall out-nya parah.
  10. Biru toska tua. Ini kakaknya warna nomor 4. Sifatnya pun serupa. Mungkin karena mereka saudara kandung.
  11. Biru Denim. Warna ini sama buruknya dengan si kuning dan hijau muda. Disarankan banget pake eye primer yang bagus atau apply pake kuas basah.
  12. Hitam. Warna terbaik dari palet ini. Smooth, great pigmentation, and easily blended.


MORPHE-12P-PICASSO-PALETTE-REVIEW-ESYBABSY

MORPHE-12P-PICASSO-PALETTE-REVIEW-ESYBABSY

Menggunakan warna ungu, merah, pink, dan kuning.
Eye primer yang digunakan: Lorac Eye Primer



Palet ini sering disebut-sebut dengan dupe-nya Viseart Editorial Bright Matte Palette. Menurut gue sih itu pendapat yag salah banget. Mungkin iya kalo dari segi varian warna, agak-agak mirip, apalagi kemasan dan susunan warnanya. Tapi logikanya, kalo gue liat dari pigmentasi warna di palet ini yang lumayan bervariasi, gak mungkin juga lah bisa disetarain sama Viseart yang harganya berkali-kali lipat. 

Warna kuning, hijau muda, dan biru denim-nya gak bisa disebut bagus, malah kalo dibilang agak parah pigmentasinya. Meskipun begitu hal ini lumayan ketolong dengan kualitas pigmentasi dari warna-warna yang lain. I think buat kamu yang pengen praktis koleksi eyeshadow warna pelangi, pas banget deh punya palet ini. Praktis pula. Mungkin buat para cosplayer atau MUA yang banyak maen sama makeup editorial. Atau sekedar orang yang menyandang titel 'makeup enthusiast' kayak gue. Ciah elah... gaya lu.

Palet ini gue beli di forum Female Daily dari seller Spider, harganya sekitar Rp. 260.000. Kalo harga aslinya di web sih USD 15.


***


Morphe was first known with their good quality makeup brushes. But lately they spread their wings by producing more makeup items, one of them is this 12P Picasso Palette. 

This palette comes in a sturdy black plastic packaging with 12 rainbow colors packed in it. They're all matte finishing. 

The pigmentation varies from worse to best. Yellow, light green, and denim blue are one of the worst. While the two turquoise blues and black are one of the best colors in the palette. Several colors also tend to stain your skin, like purple, red, and bright pink. A good eyeshadow primer is the main key.

This palette cost USD 15 on their original site and may varies on each country.







Thursday, January 5, 2017

Review: Tony Moly Lovely Eyebrow Pencil in Gray Brown, Brown, and Latte Brown

*This review will be written in Bahasa Indonesia, but a brief English review is shown at the end of the page.


REVIEW-TONY-MOLY-LOVELY-EYEBROW-PENCIL-GRAY-BROWN-BROWN-LATTE-BROWN-ESYBABSY


Biar dikata produk alis udah banyak macemnya, dari eyebrow powder sampe eyebrow gel, tetep aja gue paling favorit sama pensil alis. Karna lebih gampang dipakenya, lebih cepet, lebih simpel, ga bikin hidup yang udah berat ini jadi tambah berat. Cuma kalo pensil itu malesnya harus diraut-raut. Entah emang ribet ya ngeraut pensil, atau gue aja yang kurang bersyukur kebanyakan ngeluh. Tapi menurut gue pensil itu kalo udah diraut, tajemnya beda ama hasil pabrik. Sampe sekarang gue belom pernah nemu rautan pensil yang hasilnya kayak rautan pabrik.

Beruntungnya kita karena sekarang ini udah ada pensil alis model retractable, tinggal puter aja ga usah pake diraut. Sebenernya gue punya juga pensil model gini yang merk Mizzu, enak sih dipake, cuma pensilnya itu kurang kecil. Ntar deh kapan-kapan gue review. Soalnya udah keburu abis ama gue. Nah yang mau gue review sekarang ini adalah merk Tony Moly, ini udah repurchase yang kedua loh, soalnya gue sukaaaa.


REVIEW-TONY-MOLY-LOVELY-EYEBROW-PENCIL-GRAY-BROWN-BROWN-LATTE-BROWN-ESYBABSY


Pensil ini bentuknya gak banyak basa-basi ya. Warnanya hitam dengan print tulisan warna putih. Bahasanya Korea semua, gue gak ngerti. Yang gue paham cuma lambang 24M di salah satu sisinya, yang berarti produk ini akan bertahan sampai maksimal 24 bulan setelah pertama dibuka.

Tube-nya itu model dual-ended. Yang satu tentu saja isinya pensil, dan ujung satunya lagi adalah sikat alis. Bentuk tutupnya juga beda. Untuk di bagian yg ada sikat, bentuk tutupnya berujung lebar. Sedangkan untuk bagian yang ada pensil bentuk tutupnya dibuat agak meruncing. Lumayan gak perlu nebak-nebak.

Oh iya, untuk bagian pensilnya itu gue sempet ga sengaja ngebuka. Jadi seolah-olah pensil ini kayak ada lepasannya lagi untuk diisi ulang. Sayangnya lupa gue foto. Tapi kurang tau juga apakah pensil ini ada refill-nya.


REVIEW-TONY-MOLY-LOVELY-EYEBROW-PENCIL-GRAY-BROWN-BROWN-LATTE-BROWN-ESYBABSY

Yang paling gue suka dari produk ini adalah permukaan pensilnya yang kecil mungil, gak seperti eyeliner atau eyebrow retractable pada umumnya. Hal ini memungkin banget buat gue untuk menggambar alis yang super rapi, bahkan kalopun udah dipake berkali-kali dan gak setajam waktu pertama beli, tetep aja bisa bikin garis yang crisp. Yang bikin gue suka lagi adalah karena dia punya sikat alis. Gue suka gambar alis yang ada gradasinya di bagian dalem gitu, jadi sikatnya ini berguna banget.

Konsistensi pensilnya juga pas antara empuk dan keras. Lumayan pigmented tapi jadinya ga terlalu tebel juga. Sayangnya pensil ini jangan terlalu diteken makenya karena gampang patah...


REVIEW-TONY-MOLY-LOVELY-EYEBROW-PENCIL-GRAY-BROWN-BROWN-LATTE-BROWN-ESYBABSY

Dari enam shade yang ada, ada tiga yang gue punya, yaitu
  • Gray Brown (No. 03)
  • Brown (No. 04)
  • Latte Brown (No 6)

REVIEW-TONY-MOLY-LOVELY-EYEBROW-PENCIL-GRAY-BROWN-BROWN-LATTE-BROWN-ESYBABSY

REVIEW-TONY-MOLY-LOVELY-EYEBROW-PENCIL-GRAY-BROWN-BROWN-LATTE-BROWN-ESYBABSY

REVIEW-TONY-MOLY-LOVELY-EYEBROW-PENCIL-GRAY-BROWN-BROWN-LATTE-BROWN-ESYBABSY


***


REVIEW-TONY-MOLY-LOVELY-EYEBROW-PENCIL-GRAY-BROWN-BROWN-LATTE-BROWN-ESYBABSY

REVIEW-TONY-MOLY-LOVELY-EYEBROW-PENCIL-GRAY-BROWN-BROWN-LATTE-BROWN-ESYBABSY

GRAY BROWN. Warna ini adalah warna yang paling tegas di antara ketiganya. Sesuai warnanya ini adalah coklat dengan gray undertone. Buat yang suka alis tebel dan berwarna tegas, cocok buat jadi pilihan. Kalo gue sih... yaaa harus banyak senyum pas make warna ini. Soalnya bikin muka bengis gue jadi tambah bengis.



REVIEW-TONY-MOLY-LOVELY-EYEBROW-PENCIL-GRAY-BROWN-BROWN-LATTE-BROWN-ESYBABSY

REVIEW-TONY-MOLY-LOVELY-EYEBROW-PENCIL-GRAY-BROWN-BROWN-LATTE-BROWN-ESYBABSY

BROWN. Perasaan gue sama warna ini adalah benci dan cinta. Ini coklatnya emang merah banget tone-nya, bahkan lebih merah dibanding pensil alis Viva (yang buat gue juga udah merah), kayaknya ini cenderung ke strawberry blonde. Jadi kalo gue ngaca, yang ada muka gue jadi keliatan norak tapi jiwa norak gue bilang kalo gue suka muka gue keliatan norak. Apakah kalian mengerti perasaan itu? Fyi, ini warna udah 2x gue repurchase hahahaha.



REVIEW-TONY-MOLY-LOVELY-EYEBROW-PENCIL-GRAY-BROWN-BROWN-LATTE-BROWN-ESYBABSY

REVIEW-TONY-MOLY-LOVELY-EYEBROW-PENCIL-GRAY-BROWN-BROWN-LATTE-BROWN-ESYBABSY

LATTE BROWN. Sepintas ini mirip sama si Gray Brown tapi kalo diperhatiin lebih seksama, yang ini agak lebih terang sedikit. Sedikiiiit banget. Ada hint kemerahain, tapi juga sedikiiiit banget. Balance lah antara red ama grey-nya. Menurut gue ini warna yang paling netral. Oh iya, kalo kamu kebetulan mau beli tapi kehabisan Gray Brown, warna ini bisa jadi penggantinya.


***


Buat perbandingan aja, gue satuin semua swatch-nya dalam satu gambar:


REVIEW-TONY-MOLY-LOVELY-EYEBROW-PENCIL-GRAY-BROWN-BROWN-LATTE-BROWN-ESYBABSY


***

Untuk ketahanannya sih gue ga bisa bilang pensil ini superior banget, tapi juga bukan pensil yang kena keringet dikit langsung ilang. Lumayan lah. Asal ga dipake buat nge-gym atau kamu garuk-garuk, alis kamu ga bakal geser. Paling kalo udah agak sore dia pudar sedikit.

Produk ini dijual di olshop Indo dengan harga bervariasi, antara Rp. 30.000 - Rp. 40.000. Bahkan ada juga yang cuma Rp. 25.000. Tapi gue ga tau berapa ya kalo di counter resmi. Untuk harga segitu dan keuntungan yang bisa gue dapet dari produk seuprit doang, I think produk ini worth to buy kok.



***


This eyebrow retractable pencil comes in a black plastic tube with dual-ended side: a spoolie on one end, and the pencil itself on the other. It has a very pointy tip that makes it easier to draw a very thin line. 

The consistency is just the right one between soft and hard. It has a nice color pay off but not too much that you'll end up with unnatural looking brows. The result may end up looking chunky, a bit, but you can always blend it up with its spoolie.

This product also stays on my eyebrows the whole day, but it fades away just a bit at the end of the day. For a quite cheap product with such an easy use, it's gonna be my easy-go-to brow product. This sold in Indonesia for IDR 40,000 something, but may vary depends on your country.





Monday, December 26, 2016

Review: Dermaluz Lip Matte All Shades

review-dermaluz-lip-matte-esybabsy-palm-polly-middle-mist-pasion-flower-lady-slippers

Wahai para pencinta lipstik yang budiman, saya mau tanya, berapa pasang bibir yang kamu punya? Kalo saya cuma punya sepasang. Tapi rasanya ga rela kalo cuma punya lipstik satu. Parahnya lagi dari sekian banyak lipstik yang saya punya, belom tentu juga ada satu yang dipake sampe bener-bener habis. 

Ok, maapin, kata sambutannya agak ngaco. Mari fokus ke topik.

Di tengah banyaknya produk lokal yang lagi giat mengeluarkan matte lip cream, ada satu lagi yang ga mau ketinggalan, namanya Dermaluz. Brand ini terbilang masih baru banget. Kalo kalian main-main ke website-nya, selain matte lip cream, produk yang mereka baru launch adalah serum wajah. Tapi kali ini saya berkesempatan mencoba 4 warna dari Dermaluz Lipmatte.



review-dermaluz-lip-matte-esybabsy-palm-polly-middle-mist-pasion-flower-lady-slippers


KEMASAN
Produk ini dikemas dalam tube hitam dari plastik yang lumayan gendut tapi elegan. Yang bikin dia elegan kayaknya gara-gara ada font italic warna gold. Pada tiap tube-nya terdapat intipan (apa ya bahasa enaknya?) jadi kita bisa lihat warna tiap variannya. Perbedaan warna ini juga kita bisa lihat di bagian kotaknya. Yang gue suka dari kemasannya adalah komposisi dan segala keterangan tentang produk terulis jelas di kotaknya.


review-dermaluz-lip-matte-esybabsy-palm-polly-middle-mist-pasion-flower-lady-slippers

review-dermaluz-lip-matte-esybabsy-palm-polly-middle-mist-pasion-flower-lady-slippers

review-dermaluz-lip-matte-esybabsy-palm-polly-middle-mist-pasion-flower-lady-slippers


Aplikatornya berbentuk doe foot seperti biasa. Bantalan aplikatornya ini gak terlalu empuk tapi bentuknya kecil, jadi membantu banget kalo mau bikin garis bibir yang rapi. Aromanya agak manis, kayak campuran aroma buah dan vanilla. Tapi lama-lama hilang kok.


review-dermaluz-lip-matte-esybabsy-palm-polly-middle-mist-pasion-flower-lady-slippers

Kiri ke kanan: Palm Polly, Middlemist, Passion Flower, Lady Slippers


Sekilas warna Palm Polly dan Middlemist agak mirip ya. Tadinya saya pikir saya yang salah ngambil tube-nya, tapi ngga deng. Mereka emang mirip, sama-sama nude tapi undertone-nya aja yang sedikit beda. Nanti kita bahas satu-satu ya.


review-dermaluz-lip-matte-esybabsy-palm-polly-middle-mist-pasion-flower-lady-slippers

Palm Polly adalah warna nude dengan warm undertone. Yang paling aman buat dipake di hampir semua skintone, ya warna ini deh. nude tapi gak bikin pucet.



review-dermaluz-lip-matte-esybabsy-palm-polly-middle-mist-pasion-flower-lady-slippers

Middlemist adalah warna nude dengan cool undertone, agak mengarah ke mauve dikiiit. Di saya warna ini agak pucet, jadinya harus dipake pas lagi bedakan tebel, kalo ngga bisa kayak orang sakit. Tapi kayaknya cocok banget dipadu padan sama riasan smokey eyes nih.



review-dermaluz-lip-matte-esybabsy-palm-polly-middle-mist-pasion-flower-lady-slippers

Passion Flowers adalah warna favorit saya. Dia itu pink cerah dengan warm/orange undertone. Tadinya saya pikir warna ini bakal jadi neon banget tapi pas dipake ke bibir ternyata ngga kok. Hanya saja warna ini lama kelamaan oxy di bibir saya dan berubah jadi lebih merah setelah beberapa jam pemakaian. But still it's a beautiful bright pink anyway.




review-dermaluz-lip-matte-esybabsy-palm-polly-middle-mist-pasion-flower-lady-slippers

Lady Slippers. Nah kalo warna ini adalah warna merah semu jingga. Tadinya saya ngarep warnanya jadi merah nyolot gitu, soalnya di botol keliatan nyolot, tapi ngga ding. Hasilnya warna ini lumayan aman dipake buat yang mau pake merah tapi belom ada nyali banget... Heheheh.


***


Matte lip cream ini hasilnya buakn yang dead matte banget ya. Emang dia akan tampak matte di bibir, tapi tetap transfer. Enaknya kalo lip cream yang model soft matte begini, dia gak berasa kering di bibir walau dipake seharian, soft banget, cuma emang kalo abis minum gelas jadi kotor sih. Tapi kan bagus, at least gelas kamu jadi gak ketuker ama punya orang.

Untuk teksturnya, saya ngerasa produk ini agak cair, jadi susah mau dapetin hasil yang bener-bener rata and mulus, walaupun menurut saya, untuk pemakaian sehari-hari hal ini gak terlalu jadi masalah. Keringnya juga cepet, gak perlu nunggu lama. Hasilnya bisa bertahan awet seharian kalo kamu hati-hati makenya, tapi dipake makan pun gak gampang hilang. Kalopun hilang, di-touch up lagi juga gak susah karena dia gak ninggalin tekstur yang flaky di bagian dalem bibir.

Produk ini bisa kamu dapetin di dermaluz.co.id dengan harga Rp.87.000. Sampe sekarang sih warna yang ada baru empat warna ini, seluruhnya tergolong warna-warna yang cukup aman dipake. Walau begitu saya sih ngarepnya dia bakal launch warna-warna yang lebih berani, kayak merah vampir gitu.



review-dermaluz-lip-matte-esybabsy-palm-polly-middle-mist-pasion-flower-lady-slippers

Yang mana warna favorit kamu?





Garnier Micellar Cleansing Water--The Unboxing and Short Review

REVIEW-GARNIER-MICELLAR-CLEANSING-WATER-ESYBABSY



Beberapa tahun belakangan ini, dunia pembersih wajah lagi kedatangan tamu baru namanya Micellar Water. Di Indonesia produk-produk impor sejenis ini sempet booming, merk-nya ada lah ya, pokoknya merk anu sama anu deh. Harganya lumayan fantastis. Sekali dua kali nyoba, boleh lah. Tapi kalo mau saya masukin ke dalam daftar skincare rutin, kayaknya keuangan saya bisa mendelep.

Saya sempet naksir micellar water-nya Garnier, sayangnya waktu itu masih impor. And you know lah, harganya juga masih fantastis pas masuk ke Indo itupun harus pesen lewat PO. Ada juga sih beberapa merk kosmetik lokal yang launch produk serupa cuma saya belom sempet nyoba aja. Nah pas tau kalo Garnier micellar water mulai diproduksi di Indo, seriusan, saya penasaran banget pengen nyoba.



REVIEW-GARNIER-MICELLAR-CLEANSING-WATER-ESYBABSY


Dari tadi perasaan saya ngomongin micellar water mulu. Sebenernya apaan sih itu? Pembersih muka kayak cleansing oil, cleansing milk, atau makeup remover biasa kah? Bukaaan. Walaupun fungsinya sama sih, tapi konsepnya agak beda dari jenis pembersih yang saya sebutin tadi.

APAKAH MICELLAR WATER ITU?
Micellar Water pertama kali dikembangkan di Perancis karena kualitas air di sana sangat buruk, banyak mengandung logam, dan dapat menyebabkan dampak negatif terhadap kulit. Oleh karena itu maka dikembangkanlah inovasi Micellar Water yang banyak mengandung partikel-partikel kecil bernama Micelle atai Micella (plural: Micelles atau Micellae) yang dapat menarik kotoran, debu, bahkan makeup waterproof sekalipun secara cepat seperti magnet, sifatnya sangat lembut tanpa perlu dibilas.


REVIEW-GARNIER-MICELLAR-CLEANSING-WATER-ESYBABSY



REVIEW-GARNIER-MICELLAR-CLEANSING-WATER-ESYBABSY



REVIEW-GARNIER-MICELLAR-CLEANSING-WATER-ESYBABSY

Dapet bonus kapas bulat juga dalam paket yang dikirim Garnier, hehehe



Garnier micellar water ini terdari dua varian, yang botol pink dan botol biru. Yang botol pink diformulasikan buat orang dengan kulit normal dan sensitif. Sedangkan yang biru itu dari seri Pure Active, khusus untuk kulit berminyak dan cenderung berjerawat. Kedua varian ini dijual dalam botol plastik bening yang ringan dengan tutup flip cap praktis, terdiri dari satu ukuran saja yaitu 125 ml.


REVIEW-GARNIER-MICELLAR-CLEANSING-WATER-ESYBABSY


REVIEW-GARNIER-MICELLAR-CLEANSING-WATER-ESYBABSY



REVIEW-GARNIER-MICELLAR-CLEANSING-WATER-ESYBABSY

Tutupnya praktis banget, tinggal di flip aja. Ga sakit juga pas dibuka tutup.




REVIEW-GARNIER-MICELLAR-CLEANSING-WATER-ESYBABSY


Produk ini 'wujudnya' seperti air biasa, bening dan encer, tanpa ada bau apapun. At least begitulah menurut penciuman saya. Cara pakenya juga gampang banget, sama kayak pake pembersih makeup aja. 
  1. Tuang cairan secukupnya ke kapas.
  2. Tekan area wajah yang akan dibersihkan.
  3. Lalu terik semua sisa debu dan kotoran.
As simple as that. Hasilnya gini:


REVIEW-GARNIER-MICELLAR-CLEANSING-WATER-ESYBABSY


Dari kedua varian ini, saya baru nyoba yang botol pink. Kayaknya sayang aja kalo dua-duanya harus dibuka berbarengan. Ntar kalo yang botol biru udah dicoba, bakal saya update di sini ya.

Pada percobaan di tangan, masih keliatan sisa-sisa eyeliner waterproof dan lip cream yang emang susah dibersihkan. Tapi waktu saya pake buat bersihin eyeliner Jesse's Girl yang waterproof di mata, produk itu gampang banget saya bersihin, walau prosesnya perlu 2-3 kali usap. Enaknya lagi produk ini ga berasa ninggalin rasa berminyak di wajah, just like using water. Klaim yang menyatakan kalo produk ini bisa dipakai untuk membersihkan area mata dan bibir juga gak bohong menurutku, karena pas dipake di area mata gak berasa perih, dan gak bikin bibir pecah-pecah juga.

Meskipun begitu, saya sih gak terlalu yakin dengan klaim: tidak perlu dibilas dengan air. Untuk saat-saat mepet, gapapa kali la yaaa. Tapi ketika dipake buat membersihkan maskara waterproof, masih ada sedikit sisanya. Jadi saya memilih untuk membasuh lagi wajah dengan air dan sabun--orangnya parno.

Di luar dari hal itu, saya cukup yakin kok untuk memasukkan produk ini ke dalam list skincare rutin. Selain fungsinya yang gak main-main, harganya juga masih relatif terjangkau, cuma IDR 30.000 untuk harga retailnya. Sayang aja dia baru keluar dalam satu ukuran 125 ml. Untuk sebuah produk yang bakal tiap hari dipake, produk ini jelas butuh kemasan yang lebih besar. Segede botol kecap juga gapapa.



Saturday, December 17, 2016

Review; Sleek Makeup i-Divine Palette in Au Naturel (601)

REVIEW-SLEEK-MAKEUP-IDIVINE-AU-NATUREL-ESYBABSY

As much as I love rainbow color eyeshadow palette, I do love collecting palettes filled with arrays of earth tone shades and this Au Naturel Palette has been in my wishlist since like forever. Well, actually, almost all of eyeshadow palettes launched by Sleek are in my wishlist since they are famous with their quality and reasonable price.

REVIEW-SLEEK-MAKEUP-IDIVINE-AU-NATUREL-ESYBABSY


REVIEW-SLEEK-MAKEUP-IDIVINE-AU-NATUREL-ESYBABSY

It has 12 months PAO (Period After Opening).


REVIEW-SLEEK-MAKEUP-IDIVINE-AU-NATUREL-ESYBABSY

This palette comes in a simple black packaging with a decent built-in mirror and a double ended sponge applicator. I don't use sponge much lately, so I don't think this item would be such a good use for me. 

There are 12 neutral colours in this palette. The top row are the majority of matte and lighter shades that are suitable for daily look or no makeup look, while you'll find most of the shimmery and darker ones on the bottom row, suitable for night look. I fell in love right away seeing this range of colors since I can tell exactly that these are also suitable for contouring and highlighting my face.

REVIEW-SLEEK-MAKEUP-IDIVINE-AU-NATUREL-ESYBABSY


REVIEW-SLEEK-MAKEUP-IDIVINE-AU-NATUREL-ESYBABSY

REVIEW-SLEEK-MAKEUP-IDIVINE-AU-NATUREL-ESYBABSY

REVIEW-SLEEK-MAKEUP-IDIVINE-AU-NATUREL-ESYBABSY


  1. Nougat. A true white with matte finish. 
  2. Nubuck. Light taupe color with matte finish.
  3. Cappucino. Beige shade with matte finishing and poor pigmentation.
  4. Honeycomb. A yellowish brown with matte finish.
  5. Toast. A matte light peach. Low pigmentation.
  6. Taupe. A metallic champagne color with loads of shimmer.
  7. Conker. Shimmery dark bronze.
  8. Moss. A dark taupe with a little shimmer.
  9. Bark. A matte dark brown with cool undertone.
  10. Mineral Earth. Shimmery dark bronze.
  11. Regal. Matte reddish brown.
  12. Noir. A matte black.
Unfortunately, the pigmentation are a bit of a disappointment on the top row. I don't know if it's just my skin tone but they are barely seen when I swatch them on my wrist, except for the Taupe color. The colors on the first row, well, most of them, felt hard on the pan and chalky. For the color Nougat, Cappucino, and Honeycomb, instead of using them as proper eyeshadows, I use them to set my eye primer to even out the eyeshadow colors I'm gonna be using later. Taupe is a perfect color to use as highlighter, whether on the face or eye areas. And finally, I usually use Toast and Nubuck  for transition colors. At least there are some good use of them.

The second row are filled with wonderful pigmentation. Noir, in my opinion, has the best quality. Just like any other black colors in Sleek iDivine palette, Noir has the smoothest texture, easy to blend, and great pigmentation.

***

Well, apart from many good reviews about this palette, I would say this product is just so so. They are filled with many beautiful neutral shades tho', but unfortunately the first row is such a disappointment. I bought this palette for around IDR 160,000 (I forgot how much exactly) in www.beautyhaulindo.com. To be honest, I'd rather pay more to get better quality palettes. I think my search for neutral palette has not ended yet.









Latest Post

First Impression: Evershine Moringa Series