Monday, March 2, 2015

Review: Sariayu Fresh Daily Moisturizer (Honey)

Gue beli ini karena asli gue gak punya pelembab. Ada kali dua bulan ini gue cuma ngandelin toner-nya Mustika Ratu sebagai pelembab, walaupun yaaa fungsinya emang kurang tepat sih. Tapi lumayanlah, daripada tiap abis cuci muka, kulit muka rasanya ketarik terus. Lalu pas kebetulan maen ke store-nya Martha Tilaar kok gue malah tertarik sama pelembab ini, hanya karena ada embel-embel OIL FREE di botolnya. I'm like a sucker for anyhing goes with non-comedogenic or oil-free.



Waktu di tokonya itu, pelembab dengan jenis ini ada dua, yang satu buat kulit kering, yang satu buat kulit berminyak. Ya gue pilihlah yang buat kulit berminyak dong. Satunya lagi yang buat kulit kering itu, kalo gak salah bentuknya cream deh. Kalo yang ini gel.

Produk ini saya beli dengan harga sekitar IDR 60K untuk netto 30 ml.

Kemasannya terbuat dari botol kaca frosted yang lumayan gede, tapi gak terlalu berat. Emang kayaknya lumayan makan tempat di pouch kosmetik tapi gak berat kok. Kotaknya juga khas Indonesia banget, dengan warna kuning kusem dan motif batik. Ini kotaknya mengingatkan akan motif kaen gendongan anak gue. Tongkrongannya keliatan cukup mahal, dan harganya juga emang lumayan untuk sebuah produk lokal berukuran 30 ml. Dikit yaaa isinya. Dikiiiittt....




What it claims:
Pelembab gel yang bebas minyak dengan sunscreen, khusus untuk kulit normal-berminyak. Terasa ringan serta mudah meresap ke dalam kulit. Memberikan kelembutan dan kelembapan pada kulit.

Kalo diliat dari namanya, dan menurut keterngan mas-mas BA-nya, pelembab ini mengandalkan manfaat madu. Tapi gak ada penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini di kemasan atau di web resminya. Nah yang gue bingung, di klaim-nya tertulis ada kandungan sunscreen, tapi sayang gak dijelasin angka SPF-nya. Jadi gue tetep pake krim tabir surya sebelom pake ini.




Produk ini memiliki mulut botol berbentuk pump yang menurut gue cukup fancy. Tidak ada ekstra tutup lagi buat pump-nya, tapi bisa dibuka tutup dengan cara diputar ke kiri dan ke kanan. Cuma gue lupa muternya ke sebelah mana kalo mau nutup. 

Enak sih kalo kemasan model gini, gak usah colek-colek, jadi gak jorok. Malesnya yaaa jadi banyak produk yang nempel di balik pump-nya itu. Jadi kalo udah mau habis, jangan langsung dibuang, tapi korek dulu bagian dalem pump-nya. Pasti masih banyak yang nyisa.



Pelembab ini kudu-nya dikocok dulu sebelom dipake. Walaupun gue juga bingung sih, karena gue gak ngeliat ada endapan apa-apa dalam cairannya.



Isinya berupa cairan kekuningan, almost looks like a gel, dengan wangi yang kalem seperti bau bedak bayi. Teksturnya itu sedikit mengingatkan gue akan serum wajah. Gue cukup ngambil seuprit aja, seperti yang ada di foto, buat cover seluruh muka. Biar ngirit (karena isinya dikit), gue ambil seuprit, trus gosok-gosok di telapak tangan dan pijat ke seluruh wajah dengan gerakan melingkar. Hal ini bisa membuat suhu wajah menjadi lebih 'hangat' yang akan mempermudah pengaplikasian foundation/BB cream. Lebih nempel gitu, istilahnya.

Pelembab ini menyerap dengan cepat ke kulit wajah. Setelah terserap, muka jadi keliatan glowing. Bukan berminyak atau mengkilat ya, tapi this nice and smooth dewy looking. Kalo gue nggak dituntut tampil sempurna layaknya seorang dewi dari kahyangan (apa sih...) gue cukup pake concealer ama pensil alis setelah pakai pelembab ini. Gak perlu di set lagi sama bedak, gak minyakan seharian. Kecuali hidung, tapi buat gue sih gak masalah. Tepuk-tepuk pake tisu, beres.

Kesimpulannya, pelembab ini nyaman banget dipake. Teksturnya itu betulan kayak gel/serum dan cepat meresap. Sedikit perbandingan dengan pelembab gel-nya Wardah, kalo Wardah itu teksturnya lebih cair dan agak lama diserap, tapi yang ini nggak. Like I said, it absorbed almost instantly dan so pasti melembabkan tapi gak over moist. Sedikit catatan ya, kondisi kulit gue itu normal dan sedikit berminyak di daerah T. So hasilnya mungkin bisa bervariasi untuk yang memiliki wajah oily.