Friday, May 9, 2014

Review: Veet Hair Removal Cream

Sejujurnya, aku kan pake jilbab yah, jadi ga pernah bermasalah sama penampakan bulu-bulu di badanku. Tapi yah, boleh dong buat di rumah, nyenengin suami. Jadi pas lewat ke Alfamart mau beli coklat, gak sengaja ini kaki reflek aja gitu masuk ke rak skincare. Trus, tangan ini dengan sendirinya aja nyomot produk ini.

For a hijaber, I don't really have problems with hairs on my hands and feet. But removing them really has a soft feeling when you touched them. I found this babe in a local convenients store just in my neighborhood.



Ini satu-satunya varian yang tersedia di rak. Ya udah ambil aja ini, apalagi warnanya pink! Klaimnya si Veet ini sih ga neko-neko. Cuma bilang:

~Kulit mulus lebih lama~

Gitu.

There are three variants of this product, if I'm not mistaken, and this was the only one available, so I grabbed it.


Krimnya padat dan kental banget berwarna putih. Teksturnya mirip odol cuma lebih padat lagi. Sebenernya ada extra tutup alumunium di dalem tutup putarnya. 

Ada tulisan Lotus Milk & Jasmine di kemasannya. Aku pikir itu aroma krimnya, tapi kayaknya itu adalah saripati yang terkandung di dalamnya, karena krim ini kaga ada sama sekali bau jasminnya acan. Ampun, Ya Allah Ya Tuhanku.. Baunya haduh... Kayak bau obat keriting di salon.... Pernah ga cium bau pepaya di kandang burung beo yang udah lama ga diganti (kesian tuh burung), nah ntuh baunya kayak gitu. Untung aku termasuk tabah nyium bau langu. Mending pake masker aja deh kalo kamu sensi sama bau.

What's inside the tube was white, super thick cream, with very bad smell, really awful. Shoot! I suggest you wearing a mask if you're sensitive to odors.


Ini komposisi bahan dan cara penggunaannya. Menurutku ini krim nya keras ya (kayak batu) karena bisa rontokin daun, eh bulu, bukan sembarang krim kayak lotion gitu, jadi watch out baek-baek tuh cara penggunaannya. Jangan sampe dilanggar kalo ga mau kulit cantikmu itu kenapa napa. 

These are the ingredients and directions of use. Please read and follow them carefully to avoid unnecessary negative impact to your skin. I'm pretty sure they're available in other languages depending on your country.



Ini spatula plastik yang ada di dalam kemasannya. Warnanya pink, lucu banget, kyaaaa! Ga tau deh kalo varian lain. Apakah warna pink juga atau warna-warni ngikutin kemasan. Kalo iya, aku pengen beli deh semuanya, koleksi spatulanya! Nomor satu yg aku kasi tanda panah itu untuk ngolesin krimnya, nah yang nomor 2 (ujungnya) buat bersihin krim sebelum dibilas air.

This is the super cute pink spatula. Use side 1 to apply the cream, and side 2 to remove the cream afterwards.


Aku sebenernya jijik geli ngeri eneg sama foto ini, tapi ga apa-apa lah aku post biar tambah jelas. Ini hasil setelah kurang lebih 5 menit dioles di kakiku yang berbulu jarang. Dia jadi agak keriting gitu, mungkin karena efek panas 'terbakar' zat kimia di dalam krim ini. Rontok loh ya, bukan tercabut sampe ke akar kayak waxing. Lalu segera deh angkat krimnya menggunakan ujung spatula, seperti yang udah aku tulis di atas, dan bilas dengan air. 

It's kinda gross right? LOL. Actually, this is the picture of hairs on my feet after about 5 minutes. Quickly remove the cream with spatula and rinse with water. This cream doesn't meant to make your hairs fall off to their roots like the one happened with hair waxing, though.

Menurut petunjuk di kertasnya siiiiih, bersihkan krimnya setelah 3 menit. Tapi kalo rontoknya kurang maksimal, boleh diteruskan sampe 6 menit. Tapi jangan lebih dari 6 menit, kalo kamu ga mau kulitmu iritasi. Krim ini hanya untuk penggunaan di tangan, kaki, dan si keti alias ketiak. Jadi jangan coba-coba yaaaa rapihin alis, botakin rambut, atau cukur brewok pake krim ini. Perih, bro!

According to the directions of use, leave the cream on your skin up to 3 minutes, but if you still haven't achieved the desired result yet, you can leave it again up to 6 minutes. Not more than 6 minutes. This cream is to be used on your feet, hands, and underarms only. No application on your faces, scalps, or genitals is advised.



Tuh kaaaan hasilnya, mulus kan, mulus kan, mulus kan??? Selama pemakaian dan setelah dibilas, aku sih ngerasa kayak ada rasa cekit-cekit perih gitu. Efeknya kira-kira sama kalo kayak kita habis cukur pake silet cukur. Kalo aku sih diemin aja karena ga tau harus diolesin apa. Perih dikit tahan lah, jangan digaruk yaaa. Mau oles body cream malah takut kenapa-napa. Veet sih mengklaim mereka juga produksi sabun khusus untuk mengurangi tingkat sensitivitas kulit setelah penggunaan krim ini tapi sampe sekarang aku belom nemu tuh. Mungkin kalo nemu aku akan share di sini. Oh ya, krim ini ga boleh dipake saban ari ya. Pakelah minimal setelah 72 jam. Pake tiap ari sebenernya boleh, asal siap-siap ledes aja tuh badan.

This is the result before and afterwards. I felt a sting sensation when and after the application, the same one you get when you remove your hairs using a usual razor. But not too much. You can reapply the cream after 72 hours since last usage.

Btw kemasan 25gr ini aku cuma pake sekali langsung habis loh. Mungkin karena betisku gede kali ya, jadi bidang yang dioles juga lumayan luas.

Okay, here are my verdicts towards this:
  • Thick and white cream
  • Awful smell, very very badly
  • Sting sensation on your skin
  • Effectively remove your body hair
  • NOt to be used other than on your feet, hands, and underarms
  • Where to find this. It's everywhere, I guess. On drugstores, supermarkets, or convenience stores.
  • How much? Oh no, I forgot, silly me. I think it was no more than IDR 20K (USD 2)


Will I buy this again?
Maybe. Considering its stingy effect, I don;t think I can use this too often.

Gimana setelah baca review-ku, cukup ngeri liatnya atau malah penasaran, atau jangan-jangan ada yang udah pake yaaaaa...

Are these products available in your country? Have you tried any other product than this?